JAKARTA – Awal Ramadhan 1447 Hijriah membawa kabar kurang menyenangkan bagi masyarakat. Dua komoditas pangan di Pasar Induk Kramat Jati, Jakarta Timur, yakni cabai merah besar dan bawang merah, mengalami kenaikan harga cukup signifikan.
Seperti dikutip dari ANTARA, Andi (35), pedagang cabai, menyebutkan harga cabai merah besar kini mencapai Rp40.000 per kilogram. Kenaikan ini terjadi bertahap dalam sepekan terakhir.
“Harga cabai merah besar hari ini Rp40 ribu per kilogram. Sekarang lagi lumayan naik, lumayan mahal. Sudah naik sejak sekitar semingguan, naiknya bertahap,” kata Andi di Pasar Induk Kramat Jati, Jakarta Timur, Kamis (19/2).
Ia menjelaskan, sebelumnya harga cabai merah besar masih di kisaran Rp25.000–Rp30.000 per kg. Namun, berkurangnya pasokan membuat harga terus merangkak naik.
“Awalnya sempat Rp25-30 ribu per kilogram, semakin naik, naik. Kalau naik itu berarti stoknya menipis. Kalau lagi mahal biasanya karena barangnya sedikit,” ujar Andi.
Menurutnya, fluktuasi harga cabai sangat bergantung pada ketersediaan stok di sentra distribusi. Jika pasokan melimpah, harga bisa turun. Sebaliknya, bila stok terbatas, harga berpotensi naik selama Ramadhan.
“Perkiraan naik atau tidaknya selama Ramadhan tergantung stok di lokasi pusat. Kalau banyak stoknya ya turun lagi harganya. Kalau stok sedikit bisa naik lagi,” katanya.
Tak hanya cabai, harga bawang merah juga ikut naik dalam beberapa hari terakhir.
Aril (44), pedagang bawang merah, mengatakan harga bawang merah kupas kini Rp42.000 per kg, sementara bawang merah berkulit ukuran besar mencapai Rp50.000 per kg.
“Harga bawang merah yang kupas Rp42 ribu per kilogram. Kalau yang kulit, yang besar-besar, sekitar Rp50 ribuan,” katanya.
Aril menambahkan, kenaikan harga mulai terjadi sejak 15–16 Februari 2026. Sebelumnya, harga bawang merah masih di kisaran Rp35.000 per kg.
Namun dalam tiga hari terakhir, harga melonjak menjadi Rp40.000–Rp50.000 per kg. “Harganya ini sedang naik, mulai naik dari tiga hari lalu sekitar tanggal 15-16 Februari. Awalnya Rp35 ribuan per kilogram, sekarang sudah Rp40-50 ribuan,” ujarnya.
Ia menduga kenaikan harga disebabkan berkurangnya pasokan dari sentra produksi, khususnya Brebes, Jawa Tengah.
Menurutnya, distribusi yang tidak lancar membuat stok di pasar induk menipis. “Menurut saya kenaikan ini karena dari Brebes stoknya mulai jarang, agak susah,” katanya.
Bahkan, Aril memperkirakan harga bawang merah masih berpotensi naik selama Ramadhan, bisa menembus Rp60.000 per kg jika pasokan tidak kembali normal.
“Kayaknya selama Ramadhan diperkirakan akan naik terus sampai Rp60 ribu per kilogram,” ujar Aril yang menambahkan bahwa sejumlah inspeksi dilakukan untuk memastikan tidak terjadi penimbunan.
Kenaikan harga cabai dan bawang merah ini menjadi perhatian pedagang maupun pembeli, mengingat keduanya merupakan bahan pokok yang sangat dibutuhkan masyarakat, terutama saat Ramadhan.
Manager Pasar Induk Kramat Jati, Agus Lamun, menyebutkan pengawasan terus dilakukan bersama instansi terkait untuk mencegah lonjakan harga yang tidak wajar.
Dia mengatakan, sudah ada pengecekan dari Badan Pangan Nasional dan Bareskrim Polri. “Mereka memastikan kenaikan harga ini karena faktor pasokan, bukan permainan,” kata Agus di Pasar Induk Kramat Jati, Jakarta Timur, Rabu (18/2).
Menurutnya, pengawasan penting dilakukan untuk menjaga stabilitas harga dan melindungi masyarakat dari praktik spekulasi.
Dengan mulai membaiknya pasokan, pengelola pasar berharap harga cabai bisa kembali turun dan stabil selama Ramadhan hingga Lebaran.
“Kami berharap cuaca membaik dan petani bisa panen secara normal. Kalau suplai lancar, harga juga akan lebih terkendali,” katanya.
Agus juga mengimbau masyarakat agar berbelanja sesuai kebutuhan dan tidak melakukan pembelian berlebihan. **