Maman Setiawan: Persaingan Sehat Kunci Daya Saing Nasional

750 x 100 AD PLACEMENT

JAKARTAGuru Besar Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Padjajaran (Unpad), Maman Setiawan, menilai bahwa terciptanya iklim persaingan usaha yang sehat akan menjadi fondasi penting bagi peningkatan daya saing nasional. Menurutnya, persaingan yang sehat mampu mendorong efisiensi, produktivitas, dan inovasi sehingga industri dan ekonomi dapat tumbuh lebih kuat.

“Persaingan usaha seyogyanya adalah driver, salah satu fondasi utama untuk meningkatkan daya saing unggul, ekonomi, industri, melalui peningkatan efisiensi, produktivitas dan inovasi,” kata Maman di Jakarta, Senin (26/1).

Ia menambahkan, upaya mendorong daya saing unggul tidak bisa dilakukan secara parsial, melainkan membutuhkan kerja kolektif. Pemerintah, sebagai pembuat kebijakan, harus hadir dengan regulasi yang suportif dan berbasis data. Salah satu instrumen yang digunakan adalah Indeks Persaingan Usaha (IPU) yang setiap tahun disusun untuk mengukur kondisi persaingan di Indonesia.

Maman menegaskan bahwa instrumen seperti IPU sangat penting untuk menjadi tolok ukur dalam mendorong persaingan usaha yang sehat.

“Tentunya pada saat kita ingin mendorong daya saing yang unggul melalui persaingan usaha, kita perlu instrumen, alat analisis, salah satunya melalui ukuran persaingan usaha,” ujarnya.

Indonesia sendiri mencatatkan skor IPU tahun 2025 sebesar 5,01, naik tipis dari 4,95 pada tahun sebelumnya.

Meski tren IPU menunjukkan arah positif, Maman menilai strategi komprehensif tetap diperlukan agar persaingan usaha di Indonesia benar-benar sehat dan mampu mendukung target pertumbuhan ekonomi 8 persen pada 2029.

“Ada alarm regulasi, di mana regulasi (hadir) sebagai komponen penting untuk mendorong persaingan usaha yang sehat. Perlu akselerasi skor IPU ke 6,33 untuk mendorong pertumbuhan ekonomi 8 persen,” ujarnya.

Sementara itu, Komisioner Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) Eugenia Mardanugraha menekankan bahwa skor IPU tahun 2025 menjadi refleksi sekaligus instrumen penting dalam penyusunan kebijakan menghadapi dinamika ekonomi di tahun 2026.

“Ini menjadi indikator bagi Indonesia untuk melihat bagaimana kondisi persaingan usaha di Indonesia,” kata Eugenia. **

750 x 100 AD PLACEMENT
Anda mungkin juga menyukainya
930 x 180 AD PLACEMENT

Beritanya Orang Bandung

Menu