Mobil Listrik Tidak Aman Diterjang Banjir, Biaya Perbaikan Bisa Selangit

MOBIL listrik perlu perawatan usai digunakan mudik. (Foto: Ist)
750 x 100 AD PLACEMENT

JAKARTA – Pakar otomotif dari Institut Teknologi Bandung (ITB), Yannes Martinus Pasaribu, mengingatkan para pemilik mobil listrik agar tidak nekat menerjang banjir.

Menurutnya, meski kendaraan listrik dirancang dengan baterai utama yang kedap air, risiko kerusakan tetap besar karena sistem kelistrikan dan sensor kendaraan tidak sepenuhnya terlindungi dari paparan air.

Yannes menjelaskan bahwa baterai kendaraan listrik memang sudah memenuhi standar IP67 atau IP68, namun hal itu bukan berarti mobil aman digunakan untuk melewati banjir.

“IP67 itu jaminan darurat, bukan jaminan kendaraan bisa digunakan semaunya untuk menerobos banjir,” kata Yannes seperti dikutip dari  ANTARA, Selasa (27/1).

Ia menambahkan, risiko terbesar justru berasal dari sistem kelistrikan 12 volt serta ratusan sensor kecil yang berfungsi sebagai “otak” pengoperasian mobil. Komponen seperti ECU, modul ABS, hingga sensor parkir tersebar di berbagai titik kendaraan dan umumnya tidak memiliki perlindungan sekuat battery pack.

Air banjir yang keruh atau air rob yang mengandung garam dapat memicu korosi secara perlahan.

“Gejalanya bisa baru muncul beberapa minggu atau bulan kemudian, seperti error sensor, fitur ADAS mendadak nonaktif, atau alarm palsu,” ujar Yannes.

Kerusakan akibat korosi biasanya tidak bisa diperbaiki dan harus diganti dengan modul elektronik baru. Selain harganya mahal dan stok terbatas, penggantian modul juga memerlukan kalibrasi ulang sistem, termasuk radar dan kamera keselamatan.

Jika kalibrasi tidak presisi, fitur seperti pengereman darurat atau lane keep assist justru bisa membahayakan.

Terkait baterai, Yannes menegaskan bahwa komponen ini memang paling terlindungi karena diawasi oleh battery management system (BMS). Sistem tersebut akan otomatis memutus aliran listrik tegangan tinggi jika terdeteksi kebocoran arus.

Namun, perlindungan ini tetap memiliki batas, terutama jika kendaraan terendam lama atau terkena tekanan air ekstrem.

“Jika terjadi rembesan kecil yang memicu korosi internal, risikonya bisa berujung pada kegagalan mendadak atau thermal runaway. Biaya penggantian battery pack bahkan bisa mencapai 40–50 persen dari harga mobil baru,” katanya.

Karena itu, Yannes menyarankan pemilik mobil listrik lebih berhati-hati di musim hujan. Perawatan yang perlu diperhatikan antara lain menjaga port pengisian daya tetap kering, membersihkan kolong mobil dari lumpur dan garam, memeriksa karet penyekat pintu, serta memastikan kamera dan sensor kendaraan tetap bersih.

“Inspeksi profesional pascabanjir sangat penting. Risiko kerusakan tersembunyi dan biaya perbaikannya jauh lebih besar dibandingkan kenikmatan sesaat saat nekat menerobos banjir,” tutup Yannes. **

750 x 100 AD PLACEMENT
Anda mungkin juga menyukainya
930 x 180 AD PLACEMENT

Beritanya Orang Bandung

Menu