Wregas Bhanuteja Ungkap Tantangan Seleksi Pemain “Para Perasuk”

SUTRADARA Wregas Bhanuteja. (Foto/ANTARA)
750 x 100 AD PLACEMENT

JAKARTA – Sutradara Wregas Bhanuteja buka cerita soal proses pemilihan pemain di film drama supernatural terbarunya, “Para Perasuk”. Film ini menghadirkan deretan bintang muda dan senior: Angga Yunanda, Maudy Ayunda, Bryan Domani, Chicco Kurniawan, serta Anggun.

“Metodenya di sini tantangan directing-nya (para pemain) tentu saja beda-beda,” kata Wregas Bhanuteja dalam press junkets di Jakarta, Senin (9/3).

Wregas menjelaskan, Angga Yunanda harus berakting sambil memainkan alat musik tiup bernama selompret. Meski belajar dari nol, Angga terbantu dengan kemampuan memori fotografisnya. “Meskipun dia enggak tahu nada tapi kalau dia tahu memori touch-nya bagus dan dialognya lancar, pasti akan tercapai. Kemampuan Angga itu sudah biasa tumbuh di layar kaca dulu yang mana hafalan itu menjadi sangat mutlak,” tutur Wregas.

Sementara itu, penyanyi Anggun yang debut di layar lebar justru tidak banyak menyulitkan. Karismanya sudah terbentuk dari pengalaman panjang di panggung konser. “Malah PR-nya enggak terlalu banyak bersama Anggun ini karena dia semi menjadi dirinya pada saat perform. Tinggal yang aku kulik momen kayak misalnya mengingat hal yang bikin dia sedih yang lebih personal,” imbuh Wregas.

Untuk Maudy Ayunda, ini kali pertama Wregas bekerja sama. Ia yakin imajinasi kreatif Maudy sebagai penulis lagu bisa dipantik untuk kebutuhan akting. “Aku yakin orang-orang kayak Maudy ini pasti fantasinya luar biasa. Itu cuma perlu dipantik saja dan keluar. Akhirnya dikasih waktu ruang ditinggalkan oleh para koreografer, ‘Mod, kita akan putar lagu ini silahkan gerak apa aja merespons tapi ini kupu-kupu, habis itu macan gerak lagi,” ujar dia.

Bryan Domani mendapat tantangan berbeda. Ia harus masuk ke karakter ambisius dan keras lewat latihan tempo menggunakan metronom. “Sebelum mulai reading, aku membiarkan dia belajar tempo. Jadi enggak nyentuh skrip sama sekali, dia pokoknya sebulan itu belajar tempo aja pakai metronom, sehingga bisa masuk ke karakter,” kata dia.

Chicco Kurniawan kembali bekerja sama dengan Wregas, kali ini dengan tantangan memainkan gitar listrik. Chicco bahkan ikut berkreasi dengan detail properti. “Dan yang aku suka dari Chicco, aku tuh selalu sama dia pasti skrip berubah. Misalnya Chicco ini (menyarankan) salah satunya strap gitar ‘Mas, gimana kalau strap gitarnya ini dari tali rafia’ jadi dia kreasi sendiri,” ujar Wregas.

Film “Para Perasuk” sendiri mengangkat kisah anak muda yang terobsesi jadi perantara roh, di tengah ancaman kekuatan luar terhadap desanya. Wregas menekankan fenomena kerasukan bukan sekadar eksotisme, tapi bagian dari pengalaman komunal masyarakat. **

750 x 100 AD PLACEMENT
Anda mungkin juga menyukainya
930 x 180 AD PLACEMENT

Beritanya Orang Bandung

Menu