BANDUNG – Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan, mengajak generasi muda, terutama Gen Z, untuk lebih berani menyampaikan kritik maupun masukan kepada pemerintah dan wakil rakyat.
Ia menekankan, kritik yang diberikan sebaiknya bersifat membangun serta dilengkapi dengan data dan hasil riset yang kuat agar bisa menjadi masukan yang bermanfaat.
Hal tersebut disampaikan Farhan saat hadir dalam acara sharing session bertema “Peran Gen Z dalam Memberikan Saran dan Kritik kepada Wakil Rakyat” yang digelar di kantor DPW PKS Jawa Barat, Jalan Soekarno Hatta, Kota Bandung, Sabtu (14/3).
Menurutnya, mahasiswa dan anak muda memiliki peran penting dalam mengawal jalannya pemerintahan agar tetap berjalan sesuai kepentingan masyarakat.
Farhan menilai, kritik dari kalangan akademisi bisa menjadi bahan pertimbangan yang berharga bagi pemerintah dalam menentukan arah kebijakan.
“Mahasiswa harus melakukan riset. Manfaatkan teknologi yang ada sekarang. Hasil riset itu kemudian jadikan bahan untuk memberikan kritik kepada pemerintah,” ujar Farhan.
Ia menambahkan, jalannya pemerintahan tidak boleh lepas dari pengawasan publik. Karena itu, keterlibatan generasi muda dalam menyampaikan kritik dianggap penting untuk menjaga kualitas kebijakan.
“Pemerintah jangan dibiarkan asyik sendiri. Kami ini harus dikritik. Kadang memang tidak enak dikritik, tetapi itu perlu agar pemerintah tidak hanya melihat persoalan dari satu sudut pandang saja,” katanya.
Farhan juga menilai kampus dan mahasiswa memiliki posisi strategis karena mampu menghadirkan kajian ilmiah terhadap berbagai persoalan masyarakat.
Dengan riset yang matang, kritik yang disampaikan bisa menjadi solusi atas berbagai tantangan pembangunan.
Ia mencontohkan, sejumlah kebijakan pemerintah pernah diperbaiki setelah mendapat masukan dari berbagai pihak. Menurutnya, hal itu menunjukkan dinamika demokrasi yang sehat.
“Ketika ada kritik, kita harus berpikir ulang, mencari jalan keluar yang lebih baik. Dari situ justru sering muncul solusi baru,” ujarnya.
Dalam kesempatan yang sama, Anggota DPRD Jawa Barat Tedy Rusmawan menilai forum dialog seperti ini penting untuk membuka komunikasi antara generasi muda dan pembuat kebijakan.
Ia berharap anak muda bisa aktif menyampaikan ide dan pandangan terkait pembangunan di daerah.
“Kegiatan seperti ini menjadi ruang bagi teman-teman muda untuk berbagi ide dan gagasan. Kita berharap generasi muda bisa berkontribusi dalam pembangunan, baik di tingkat kota, provinsi, maupun nasional,” ujar Tedy.
Tedy menambahkan, sejumlah program pembangunan di Jawa Barat saat ini fokus pada sektor infrastruktur dan pendidikan, termasuk rencana pembangunan puluhan SMA dan SMK baru di berbagai daerah.
Sementara itu, Ketua Panitia, Muhammad Akmal Arfat, menjelaskan bahwa kegiatan ini bertujuan membuka ruang dialog antara pelajar, mahasiswa, dan wakil rakyat.
Ia menekankan, generasi muda harus percaya diri bahwa mereka memiliki kesempatan untuk terlibat dalam kepemimpinan dan proses pengambilan kebijakan di masa depan.
“Kami ingin membuka ruang bagi pelajar dan mahasiswa untuk berdialog langsung dengan para wakil rakyat. Harapannya, mereka tidak hanya menjadi pengamat, tetapi juga berani menyampaikan gagasan dan aspirasi,” kata Akmal.
Diskusi tersebut diikuti oleh pelajar dan mahasiswa se-Bandung Raya. Forum ini menjadi wadah pertukaran ide mengenai pembangunan daerah sekaligus mendorong generasi muda agar lebih aktif dalam demokrasi dan pengawasan kebijakan publik. **