Kepala Damkarmatan Kota Bandung, Soni Bakhtiyar, menyebutkan bahwa robohnya reklame dipicu oleh kondisi cuaca yang tidak bersahabat. Hujan deras disertai angin kencang melanda wilayah tersebut pada siang hari sehingga menyebabkan papan reklame tidak mampu bertahan.
“Beberapa titik reklame roboh yang masuk melalui laporan 113 sudah kami tangani. Rata-rata response time sekitar tujuh menit, sedangkan penanganan di lapangan sekitar 1 jam,” ujar Soni saat dikonfirmasi di Bandung, Sabtu.
Menurut Soni, reklame yang roboh berada di Jalan Terusan Buahbatu. Selain itu, pihaknya juga menerima laporan pohon tumbang di Jalan Buahbatu tepat di depan Almaz serta di Jalan Guntursari Wetan, Kecamatan Lengkong.
“Untuk pohon tumbang ada di dua titik di Kecamatan Lengkong, semuanya sudah selesai ditangani,” katanya.
Ia menegaskan bahwa masyarakat perlu meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi bencana yang bisa muncul sewaktu-waktu, mengingat kondisi cuaca yang sering berubah secara ekstrem.
Soni juga mengingatkan warga agar tidak melakukan pembakaran rumput atau sampah di lahan kosong saat musim kemarau. Hal tersebut berisiko menimbulkan kebakaran yang dapat merugikan banyak pihak.
“Sementara saat musim hujan disertai angin kencang, warga diimbau mewaspadai pohon tua atau rapuh yang berpotensi tumbang,” katanya.
Selain itu, ia meminta masyarakat segera melaporkan jika menemukan pohon yang terlihat rawan tumbang kepada dinas terkait. Warga juga diimbau untuk tidak memarkirkan kendaraan di bawah pohon yang berisiko roboh. **