Suzzanna Kembali Hidup: Film Ketiga Tampilkan Sosok Manusia

SUTRADARA dan pemain film “Suzzanna: Santet, Dosa Di Atas Dosa”. (Foto: Ist)
750 x 100 AD PLACEMENT

JAKARTA – Rumah produksi Soraya Intercine Films kembali menghadirkan kisah horor legendaris lewat film ketiga Suzzanna berjudul “Suzzanna: Santet, Dosa Di Atas Dosa”.

Kali ini, cerita dibuat berbeda karena menampilkan sosok Suzzanna Martha Frederika van Osch sebagai manusia bernama Suketi, bukan sebagai hantu seperti biasanya.

Aktor Reza Rahadian memberikan apresiasi tinggi atas pendekatan baru ini. Menurutnya, penggunaan nama asli Suzzanna sebagai identitas film adalah langkah berani sekaligus bentuk penghormatan terhadap sang ratu horor.

“Bayangkan, ini nama asli yang dipakai jadi IP besar, dan kita bawa ke level berikutnya,” ujar Reza dalam konferensi pers peluncuran trailer di kawasan Setiabudi, Jakarta Selatan, Senin (26/1).

Reza menilai, pemilihan judul dan konsep film ini menunjukkan konsistensi Soraya Intercine Films dalam melestarikan warisan Suzzanna sebagai kekayaan intelektual perfilman Indonesia. Ia pun kembali bergabung dengan Soraya setelah 13 tahun, sejak membintangi Tenggelamnya Kapal Van der Wijck (2013).

Ketertarikannya kali ini muncul karena film mengangkat isu perlawanan terhadap kekuasaan sewenang-wenang, meski tetap berakar pada cerita klasik Santet (1988).

Sutradara Azhar Kinoi Lubis memberi ruang bagi para aktor untuk berkreasi, sehingga karakter terasa lebih hidup.

Aktris Luna Maya juga menegaskan bahwa kali ini ia memerankan Suzzanna sebagai manusia seutuhnya, berbeda dari perannya di Suzzanna: Bernapas dalam Kubur (2018) dan Suzzanna: Malam Jumat Kliwon (2023) yang menampilkan sosok hantu. Luna bahkan dilatih khusus untuk meniru gaya bicara dan intonasi suara Suzzanna agar penonton terkecoh.

Produser Sunil Soraya mendukung totalitas Luna dengan menghadirkan tim riasan dari Bali dan Belgia. Riasan prostetik terbaru menuntut Luna menjaga berat badan agar konsistensi wajah tetap sama.

Selain itu, teknologi CGI digunakan untuk menyempurnakan detail wajah agar semakin mirip dengan Suzzanna.

Tak hanya riasan, tim produksi juga membangun rumah bergaya tahun 1982 di Pangandaran sebagai set utama.

Adegan spektakuler seperti peledakan empat mobil dan pembakaran rumah dilakukan dengan practical effect, bukan sekadar trik visual. Reza bahkan mengaku kaget dengan skala ledakan yang jauh lebih besar dari perkiraannya.

Film yang dikembangkan sejak 2016 ini juga melibatkan nama-nama lain seperti Djenar Maesa Ayu, Adi Bing Slamet, dan Aziz Gagap. Rencananya, “Suzzanna: Santet, Dosa Di Atas Dosa” akan tayang serentak di bioskop seluruh Indonesia mulai hari pertama Lebaran, 18 Maret 2026. **

750 x 100 AD PLACEMENT
Anda mungkin juga menyukainya
930 x 180 AD PLACEMENT

Beritanya Orang Bandung

Menu