Simbol Keberuntungan Imlek: Dari Tulisan Fu hingga Dewa Harta

PERNAK-PERNIK Imlek. (Foto/Ist)
750 x 100 AD PLACEMENT

JAKARTA – Perayaan Tahun Baru Imlek bagi masyarakat Tionghoa bukan hanya sekadar tradisi tahunan, melainkan momen penting untuk menghadirkan harapan baru. Dekorasi rumah dengan simbol-simbol keberuntungan dipercaya mampu membawa energi positif bagi penghuninya. Pakar Feng Shui Yulius Fang menegaskan bahwa hiasan-hiasan tersebut memiliki makna mendalam yang tidak sekadar estetika.

“Jadi, semua orang, tanpa kecuali, mau dari muda sampai tua, mau laki maupun wanita, kita butuh satu keberuntungan dalam hidup kita. Makanya Feng Shui Astrologi, bazi, dan kawan-kawan ini berusaha keras untuk menghadirkan keberuntungan di dalam diri kita,” katanya seperti dikutip dari ANTARA pada Rabu (11/2).

Salah satu simbol yang paling populer adalah tulisan Fu, karakter Tionghoa yang berarti keberuntungan atau hoki. Tulisan ini biasanya dipajang di rumah dengan harapan pemiliknya memperoleh nasib baik sepanjang tahun. Bahkan, dalam tradisi tertentu, tulisan Fu sengaja dipasang terbalik sebagai simbol “menumpahkan” rezeki agar masuk ke dalam rumah.

Menurut Yulius, keberuntungan tidak datang begitu saja, melainkan harus diiringi dengan kerja keras dan doa. Ia menekankan bahwa simbol hanyalah pengingat, sementara usaha tetap menjadi kunci utama.

Selain saat Imlek, tulisan Fu juga sering dijadikan dekorasi permanen di rumah, sebagai doa agar usaha pemilik rumah selalu mendatangkan hasil baik.

Di kalangan masyarakat Tionghoa, selain tulisan Fu, pajangan berupa koin emas kuno atau kotak harta di meja dipercaya sebagai simbol kemakmuran. Buah jeruk dan apel juga sering dihadirkan sebagai ornamen. Jeruk mandarin, misalnya, sudah sejak Dinasti Qing menjadi simbol keberuntungan karena bentuk bulat dan warnanya yang cerah melambangkan energi positif.

“Apel itu melambangkan Ping an, artinya aman, sentosa, selamat, damai, harmoni, seperti itu. Jadi, kedua buah ini biasanya juga sering di display baik sincia ataupun tidak sincia,” ia menjelaskan.

Hiasan lain yang lazim adalah Fu Lu Shou, patung tiga dewa yang dipercaya membawa keberuntungan (Fu), karier (Lu), dan panjang umur (Shou). Selain itu, Caishen atau Dewa Harta juga sering dijadikan pajangan untuk menarik kekayaan. Pada malam tahun baru, masyarakat Tionghoa biasanya membuka pintu, jendela, dan menyalakan lampu rumah sebagai simbol menyambut Dewa Harta.

Yulius menambahkan, ada pula kepercayaan yang berkembang di luar tradisi asli Tionghoa, seperti anggapan bahwa hujan saat Imlek membawa keberuntungan atau larangan menaruh benda tajam di rumah karena diyakini mendatangkan kesialan. **

750 x 100 AD PLACEMENT
Anda mungkin juga menyukainya
930 x 180 AD PLACEMENT

Beritanya Orang Bandung

Menu