SOREANG – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Bandung dipastikan tetap berjalan selama bulan suci Ramadan 1447 H. Penyesuaian dilakukan agar kebutuhan penerima manfaat, khususnya siswa serta ibu hamil dan menyusui, tetap terpenuhi.
Ketua Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Kabupaten Bandung, Boni Anggara, Rabu (18/2), menyampaikan bahwa keberlanjutan program dijalankan melalui Satuan Pelayanan Pemakanan Bergizi (SPPG) binaan Kadin. Penyesuaian terutama dilakukan pada skema menu dan distribusi selama Ramadan.
Ada dua skema menu SPPG selama bulan Ramadan, yaitu menu basahan dan menu keringan. Menu basahan difokuskan bagi ibu menyusui dan ibu hamil, sementara siswa sekolah akan menerima menu kering.
“Iya untuk menu basah, kami tetap distribusikan kepada ibu menyusui dan ibu hamil. Sementara bagi anak-anak sekolah, kami menyediakan menu kering,” katanya.
Distribusi makanan kering selama Ramadan dilakukan dengan sistem rapel. Pengiriman dilakukan dua kali dalam sepekan untuk memenuhi kebutuhan enam hari.
“Seluruh paket dikirimkan pada siang hari guna menjaga kualitas bahan pangan,” jelasnya.
Kadin Kabupaten Bandung juga membuka kemungkinan penyesuaian distribusi apabila sekolah menggelar kegiatan buka puasa bersama. “Jika ada sekolah yang menyelenggarakan kegiatan buka puasa bersama, kami siap melayani permintaan menu basah untuk mendukung kegiatan tersebut,” ucap Boni.
Selain distribusi, Kadin tengah mempercepat proses kepemilikan Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS) bagi seluruh dapur SPPG. Proses administratif disebut hampir rampung dan tinggal menunggu hasil uji kelayakan air.
“Mudah-mudahan setelah hasil uji kelayakan air keluar, SLHS bisa segera terbit. Kami ingin SPPG ini menjadi barometer nasional dalam pembuktian kualitas dan kuantitas menuju Indonesia Emas 2045,” ungkapnya.
Sementara itu, Satgas MBG Kabupaten Bandung, Rusli Baijuri, menilai kolaborasi lintas sektor penting agar program prioritas nasional tersebut berjalan optimal. Program MBG merupakan salah satu prioritas Presiden Prabowo Subianto di bidang pemenuhan gizi masyarakat.
“Harapan kami, SPPG yang dikelola Kadin menjadi percontohan di Kabupaten Bandung, baik dari sisi kelayakan higienis, kualitas pelayanan, hingga dampak ekonominya bagi lingkungan sekitar,” ujar Rusli.
Saat ini Kadin Kabupaten Bandung telah mengoperasikan 26 dapur MBG, dengan target total 31 titik. Salah satu dapur di Citeureup memproduksi 3.041 porsi per hari dengan dukungan 50 personel.
Camat Dayeuhkolot, Asep Suryadi, berharap program tersebut berjalan berkelanjutan dan memberi dampak langsung bagi masyarakat.
“Kami berharap program ini berjalan berkesinambungan sehingga manfaat nyata dari asupan gizi berkualitas dapat dirasakan langsung oleh masyarakat, terutama dalam menekan angka stunting di daerah kami,” kata Asep. **