Satu Tahun Dadang Supriatna –Ali Syakieb, 74 Persen Rencana Aksi Sudah Terealisasi

Bupati Bandung, Dadang Supriatna dan Wakil Bupati Bandung, Ali Syakieb. (Foto/Ist)
750 x 100 AD PLACEMENT

SOREANG –  Satu tahun kepemimpinan Bupati Bandung Dadang Supriatna bersama Wakil Bupati Ali Syakieb pada 20 Februari 2026, berbagai pencapaian dan tantangan mewarnai jalannya roda pemerintahan.

Di tahun pertama, perubahan kebijakan dari pemerintah pusat jadi warna tersendiri dalam perjalanan kepemimpinan mereka.

Salah satu kebijakan yang berdampak besar adalah penyesuaian dana transfer ke daerah (TKD). Jika tahun sebelumnya Kabupaten Bandung menerima sekitar Rp3,6 triliun, maka pada 2026 jumlah itu berkurang hampir satu triliun.

Kondisi ini memaksa pemerintah daerah melakukan penyesuaian besar dalam pengelolaan anggaran. “Ada transisi kebijakan dalam satu tahun ini. Salah satu diantaranya penyesuaian TKD. Biasanya, kami beroleh TKD sekitar Rp3,6 triliun. Pada 2026, berkurang menjadi Rp2,6 triliun,” ujar Dadang Suriatna, Kamis (19/2).

Meski menghadapi tekanan keuangan, Dadang menegaskan komitmennya menjalankan lima misi pembangunan yang dijabarkan dalam 57 rencana aksi. Ia mengklaim sebagian besar rencana aksi itu sudah berjalan.

“Dari 57 rencana aksi alhamdulillah sudah mencapai 74%. Hatur Nuhun kana kekompakannya dan semoga menjadi amal ibadah dan terus semangat dalam melanjutkan roda Pemerintahan Kabupaten Bandung,” tuturnya.

Dadang menuturkan tantangan bukan hanya dari TKD, tetapi juga dari kebijakan lain seperti penghapusan piutang Pajak Bumi dan Bangunan oleh pemerintah provinsi.

Hal ini berdampak pada penerimaan PAD. Pemerintah Kabupaten Bandung pun memilih strategi efisiensi, dengan meninggalkan program yang tidak jelas output-nya.

“Saya berupaya ada pengurangan efisiensi bagi program-program yang tidak berpihak untuk rakyat. Jadi ini kami efisiensi, dialihkan kepada program-program belanja, visi, misi dan juga 57 rencana aksi yang tadi sudah disampaikan,” ucapnya.

Sejumlah rencana aksi Dadang bersama Ali Syakieb antara lain penyerapan dan penciptaan 50 ribu tenaga kerja serta wirausaha baru dalam lima tahun kepemimpinan.

Selain itu, mereka berencana menuntaskan penanganan jalan kabupaten yang rusak dalam tiga tahun, membangun tambahan rumah sakit umum daerah, serta menaikkan rata-rata lama sekolah.

Ada juga rencana aksi berupa insentif guru ngaji, kartu tani Sibedas, pinjaman modal bergulir tanpa bunga, beasiswa dari bupati, tiga muatan lokal, penyediaan mesin Anjungan Dukcapil Mandiri, dan peningkatan insentif linmas.

Tak berhenti di sana, peningkatan insentif pengurus RW dan RT, pembangunan rutilahu, insentif bagi ustaz, ustazah, takmir, dan marbot juga masuk agenda. Termasuk perlindungan sosial lewat kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan. **

 

750 x 100 AD PLACEMENT
Anda mungkin juga menyukainya
930 x 180 AD PLACEMENT

Beritanya Orang Bandung

Menu