Rumah Musik Harry Roesli di Bandung Siap Dijual, Menjadi Sorotan Peminat
Rumah Musik Harry Roesli (RMHR) yang terletak di Jalan Supratman, Nomor 59, Kelurahan Cihapit, Kecamatan Bandung Wetan, Kota Bandung, tetap berdiri megah meskipun usianya sudah cukup tua. Sebagai bangunan bersejarah dengan arsitektur kolonial Belanda, rumah ini telah menjadi saksi bisu bagi banyak musisi terkenal yang berkreasi di dalamnya. Namun, kabar mengejutkan datang dari ahli waris yang memutuskan untuk menjual rumah yang kaya akan nilai sejarah ini, dan sudah ada beberapa calon pembeli yang menunjukkan minat.
Saat memasuki RMHR, pengunjung akan disambut oleh suasana yang kental dengan nuansa heritage, ditandai dengan dinding berwarna putih dan elemen kayu cokelat yang menawan. Meskipun demikian, beberapa bagian rumah menunjukkan tanda-tanda keausan dan memerlukan perbaikan. Di dalamnya, terdapat berbagai memorabilia Harry Roesli, termasuk foto-foto yang dipajang di dinding dan alat musik yang menghiasi ruangan, menegaskan bahwa tempat ini adalah pusat kegiatan musik.
Meskipun rumah ini akan dijual, aktivitas seni di dalamnya masih berlangsung. Banyak pencinta musik yang datang untuk belajar, termasuk kelas drum dan tari yang diadakan di sana. Layala Roesli, anak dari Harry Roesli, menjelaskan bahwa rencana penjualan rumah ini sudah dibicarakan sejak tahun 2018. Keluarga besar Roesli sepakat untuk menjual rumah ini karena sebagian besar anggota keluarga telah pindah dari Bandung.
Layala dan ibunya masih tinggal di rumah tersebut, mengelola sekolah musik dan tari yang membuat suasana tetap hidup. “Meskipun akan dijual, rumah ini masih ramai dengan kegiatan seni dan budaya,” ungkap Layala. Namun, biaya perawatan rumah yang luas, dengan tanah seluas 880 meter persegi dan bangunan sekitar 400 meter persegi, menjadi beban bagi ahli waris.
“Perawatan rumah tua ini cukup mahal, dan kami merasa berat untuk melepaskannya karena banyak kenangan di sini,” tambahnya. Rumah Musik Harry Roesli ditawarkan dengan harga Rp 25 miliar, sesuai dengan nilai pasar saat ini. Meskipun sudah ada beberapa calon pembeli yang tertarik, proses penjualan belum menemukan kesepakatan yang tepat. “Di dunia properti, kadang ada banyak faktor yang mempengaruhi, termasuk harga dan mekanisme pembayaran,” jelas Layala.
Dengan segala keunikan dan sejarah yang dimiliki, RMHR tetap menjadi tempat yang berharga bagi banyak orang, dan penjualannya menjadi perhatian bagi para pecinta musik dan sejarah di Bandung.