Program MBG Picu Food Waste, Pemkot Bandung Siapkan Pengolahan di Sekolah

WALI Kota Bandung, Muhammad Farhan . (Foto/Humas Pemkot Bandung)
750 x 100 AD PLACEMENT

BANDUNG – Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan, mengingatkan pentingnya menanamkan kesadaran pengelolaan sampah sejak kecil. Ia mengajak masyarakat untuk mulai mengajarkan anak-anak cara memilah sampah agar terbiasa sejak dini.

Pesan tersebut ia sampaikan saat menghadiri acara Ramadan 1447 Hijriah bertajuk “Bahagiakan 1000 Anak Yatim” yang digelar Yayasan Darul Hikam di Hotel Ultima Horison Bandung, Senin, 9 Maret 2026.

Dalam sambutannya, Farhan menekankan perlunya edukasi pemilahan sampah organik dan non-organik kepada anak-anak. Menurutnya, langkah sederhana ini bisa menjadi awal dalam mengatasi masalah sampah di Kota Bandung.

Farhan menuturkan, saat ini Bandung menghadapi tantangan besar berupa meningkatnya jumlah sampah organik, terutama dari sisa makanan. Salah satu penyumbang terbesar berasal dari program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang sedang berjalan di sekolah-sekolah.

“Apalagi sekarang ini dalam rangka menyukseskan program Presiden Prabowo yaitu Makan Bergizi Gratis. Anak-anak sekolah yang menerima program itu menghasilkan sisa makanan atau food waste yang cukup besar,” ujar Farhan.

Ia menjelaskan, terdapat sekitar 222 dapur atau Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Bandung yang setiap hari melayani ribuan siswa. Dalam praktiknya, sering ditemukan banyak sisa makanan setelah kegiatan makan bersama.

Untuk mengatasi hal tersebut, Pemkot Bandung sedang menyiapkan sistem pengolahan sampah makanan langsung di sekolah. Dengan begitu, sisa makanan tidak lagi menumpuk di dapur penyedia.

“Ke depan kami akan bersinergi agar sisa makanan ini tidak dikembalikan ke dapur atau ke SPPG. Tetapi diolah di sekolah masing-masing, paling tidak dipilah terlebih dahulu di sekolah,” jelasnya.

Jika ada sekolah yang belum memiliki fasilitas pengolahan sampah organik, maka pihak kelurahan akan turun tangan membantu. Dengan begitu, sampah tetap bisa diolah di wilayah masing-masing.

“Apabila sekolah belum mampu membuat sarana pengolahan sampah organiknya, maka pihak kewilayahan dari kelurahan akan mengambil alih sampah tersebut untuk diolah di wilayahnya,” katanya.

Langkah ini merupakan bagian dari target besar Pemkot Bandung untuk memastikan sampah organik tidak lagi berakhir di Tempat Pembuangan Akhir (TPA).

“Sehingga tercapai target, tidak ada satu pun sampah organik yang kemudian dibawa dan dibuang ke tempat pembuangan akhir. Semuanya harus selesai di wilayah masing-masing, termasuk di sekolah,” tutur Farhan.

Ia menilai, kebiasaan memilah sampah harus dimulai dari anak-anak. Dengan memahami perbedaan sampah organik dan non-organik sejak kecil, diharapkan kebiasaan itu terbawa hingga dewasa.

Farhan mencontohkan negara maju seperti Jepang dan Denmark yang sukses mengelola sampah karena budaya pemilahan sudah menjadi bagian dari kehidupan masyarakat.

“Semuanya diawali dengan pemilahan. Kalau proses edukasi pemilahan ini kita lompati, maka teknologi pengolahan sampah yang kita miliki di hilir tidak akan bisa optimal,” ujarnya.

Dalam kesempatan itu, Farhan juga mengajak masyarakat untuk tidak hanya peduli pada anak yatim lewat bantuan materi, tetapi juga melalui pendidikan dan pemberdayaan.

Menurutnya, memberikan ilmu dan keterampilan kepada anak-anak merupakan bekal penting agar mereka bisa tumbuh menjadi pribadi mandiri di masa depan.

“Ketika kita berbuat baik kepada anak-anak ini, apapun yang kita berikan kepada mereka, baik berupa uang, makanan, alat pendidikan maupun ilmu, akan menjadi bekal bagi masa depan mereka dan insyaallah menjadi amal jariyah bagi kita,” tuturnya.

Farhan turut menyampaikan apresiasi kepada Yayasan Darul Hikam atas komitmennya menyelenggarakan kegiatan sosial yang memberi perhatian kepada anak yatim. Ia berharap anak-anak yang hadir bisa terus mendoakan Kota Bandung.

“Kepada anak-anak yatimku tercinta, Bapak hanya minta sampaikanlah doa-doa yang tulus untuk keselamatan Kota Bandung dan kesejahteraan warga Kota Bandung,” kata Farhan. **

 

750 x 100 AD PLACEMENT
Anda mungkin juga menyukainya
930 x 180 AD PLACEMENT

Beritanya Orang Bandung

Menu