PKL di Sekitar Monju Ditertibkan Demi Kelancaran Lalu Lintas

PENERTIBAN PKL di kawasan Monju demi kelancaran lalu lintas. (Foto/Humas Pemkot Bandung)
750 x 100 AD PLACEMENT

BANDUNG – Puluhan pedagang kaki lima (PKL) di sekitar Monumen Perjuangan (Monju) ditertibkan oleh Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Bandung, Kamis 23 April 2026. Langkah ini dilakukan untuk mendukung penataan kawasan sekaligus mempercantik wajah kota.

Kegiatan penertiban tersebut merupakan bagian dari program strategis Pemerintah Kota Bandung yang terintegrasi dengan kebijakan Pemerintah Provinsi Jawa Barat.

Kepala Satpol PP Kota Bandung, Bambang Sukardi, menjelaskan bahwa sebelumnya pihaknya sudah melakukan sosialisasi kepada para pedagang. Namun, masih ada PKL yang tetap berjualan meski sudah diimbau agar tidak menggunakan area Monju.

“Pada saat bersama Pak Gubernur itu kurang lebih ada sekitar 25 lapak. Sudah kita bersihkan juga. Tapi keesokan harinya masih ada beberapa pedagang yang bertahan, bahkan menggunakan ruas jalan inspeksi untuk penyimpanan barang bekas,” ujarnya.

Bambang menilai penggunaan jalan inspeksi oleh PKL mengganggu fungsi utama jalur tersebut. Ia menambahkan, jalan itu akan difungsikan sebagai akses baru untuk mengurai kemacetan dari arah Dago menuju Jalan Surapati melalui Jalan Dipati Ukur.

“Jalan inspeksi ini dibutuhkan. Rencananya akan dibuka sebagai akses masyarakat untuk mengantisipasi kemacetan dari atas, dari arah Dago sampai ke bawah Surapati. Jadi ini bagian dari solusi lalu lintas,” jelasnya.

Selain untuk kelancaran lalu lintas, penataan kawasan Monju juga sejalan dengan program Wali Kota Bandung yang tengah mengembangkan 17 jalur wisata beautifikasi. Program ini bertujuan memperindah sekaligus menata jalur strategis di Kota Bandung.

“Ini sangat bersinergi dengan program Pak Wali Kota yang namanya 17 jalur wisata beautifikasi. Kita integrasikan juga dengan program dari Pak Gubernur,” katanya.

Menurut Bambang, penertiban tidak hanya dilakukan di Jalan Dipati Ukur, tetapi juga di area dalam Monju yang masih digunakan pedagang. Ia menegaskan, pendekatan persuasif sudah dilakukan sejak pagi sebelum penertiban dimulai.

“Kita sudah menghimbau dari pagi untuk dibereskan. Kalau tidak diindahkan, ya dengan sangat terpaksa sesuai Perda dan instruksi pimpinan, kita lakukan penertiban,” katanya.

Meski demikian, Satpol PP tetap mengedepankan cara humanis. Para pedagang diberi kesempatan untuk membongkar dan membawa barang dagangan mereka sendiri.

“Kami tidak mengarah pada penyitaan. Silakan barang dibawa sendiri selama mereka bekerja sama. Kami hanya menyayangkan karena sudah dihimbau, tapi masih tetap berjualan,” ujarnya.

Ia juga menyebutkan bahwa sebelumnya Sekretaris Daerah Jawa Barat sudah memberikan imbauan langsung kepada para pedagang. Namun, imbauan tersebut belum sepenuhnya dipatuhi.

“Pak Sekda Jabar sudah sangat elegan menghimbau dan mengajak. Tapi kalau masih tetap berdagang, ya hari ini kita tertibkan,” katanya.

Bambang menegaskan, penertiban ini bukan bersifat sementara. Satpol PP Kota Bandung bersama Satpol PP Provinsi Jawa Barat akan terus melakukan pengawasan secara berkelanjutan.

“Ini berkelanjutan dan kita awasi terus. Sejak Senin kita sudah bergerak, dan fokus kita memang di kawasan ini,” ungkapnya.

Selain penertiban, pemerintah juga menyiapkan pembinaan bagi PKL melalui Dinas Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (KUKM) Kota Bandung. Para koordinator PKL dari berbagai titik dikumpulkan untuk diberikan pemahaman mengenai kebijakan penataan kota.

“Kita bekerja sama dengan Dinas KUKM. Para koordinator sudah dikumpulkan, tidak hanya di Monju, tapi juga di Diponegoro, Ciung Wanara, dan sekitar Gedung Sate,” jelasnya.

Dengan langkah tersebut, Bambang berharap para PKL bisa memahami dan mendukung program penataan kota. Ia menekankan bahwa keberhasilan program ini membutuhkan kerja sama semua pihak.

“Kita mengetuk hati mereka bahwa program pemerintah ini perlu didukung oleh semua pihak, termasuk para PKL. Mereka sudah lama berjualan di sana, sekarang saatnya bersama-sama menata kota agar lebih baik,” ungkapnya.

Berdasarkan laporan hingga pukul 13.30 WIB, penertiban gabungan dilakukan di sepanjang Jalan Dipati Ukur. Kegiatan ini dipimpin langsung oleh Kepala Seksi Ketentraman dan Ketertiban Umum (Kasi Trantibum), didampingi jajaran Satpol PP Provinsi Jawa Barat.

Dalam penertiban tersebut, sejumlah kios dan bangunan semi permanen dibongkar. Petugas juga menertibkan pedagang kaki lima di sepanjang Jalan Japati kawasan Monju.

Hasilnya, sebanyak 7 kios dan 1 unit roda berhasil dibongkar. Dari jumlah itu, 2 kios dan 1 unit roda diamankan sebagai barang bukti, sementara 5 kios lainnya dibongkar di lokasi atas persetujuan pemilik.

Kegiatan penertiban gabungan ini turut dihadiri oleh Sekretaris Satpol PP, Kepala Bidang Trantibum, Kepala Bidang Linmas, Kepala Subbagian Program, serta Kepala Seksi Binluh.

Adapun penertiban di Jalan Japati berlangsung aman dan kondusif. Para pedagang disebut bersedia membongkar lapak dan tenda secara mandiri sebagai bentuk kerja sama dengan petugas.

750 x 100 AD PLACEMENT
Anda mungkin juga menyukainya
930 x 180 AD PLACEMENT

Beritanya Orang Bandung

Menu