Pemkot Bandung Siapkan Program Psikolog ke Sekolah, Farhan Minta Orang Tua Tak Anti Asesmen

WALI Kota Bandung, H.M. Farhan saat mengunjungi sekolah di Kota Bandung. (Foto/Ist)
750 x 100 AD PLACEMENT

BANDUNG – Kesehatan mental anak dan remaja kini jadi perhatian serius Pemerintah Kota Bandung. Wali Kota Bandung Muhammad Farhan menyebut kondisi ini sebagai alarm penting untuk memperkuat langkah pencegahan dan intervensi sejak dini.

“Kita sedang gelisah. Anak-anak kita sedang menghadapi tekanan yang jauh lebih besar dibanding generasi sebelumnya,” kata Farhan saat sambutan di acara Pembukaan Muskerwil II PW Pemudi Persis Jawa Barat, Minggu (8/2).

Ia menjelaskan gangguan mental tidak muncul begitu saja. Stres berkepanjangan bisa berkembang menjadi depresi, bahkan dalam kondisi ekstrem mendorong munculnya pikiran bunuh diri.

Menurutnya, hal ini harus dipahami sebagai tragedi kemanusiaan yang membutuhkan empati dan penanganan komprehensif.

Farhan menyoroti tekanan sosial di era digital yang membuat anak lebih rentan. Jika dulu ejekan hanya terjadi di sekolah, kini perundungan bisa menyebar luas lewat media sosial dan ditonton publik.

“Sekarang satu kesalahan bisa ditertawakan satu dunia. Tekanan psikologisnya jauh lebih berat. Ini berbahaya kalau kita anggap sepele,” jelasnya.

Sebagai langkah nyata, Pemkot Bandung menyiapkan program intervensi kesehatan mental di sekolah. Program ini akan melibatkan guru BK, psikolog, dan psikolog klinis untuk melakukan asesmen serta pendampingan langsung kepada siswa.

Farhan mengimbau orang tua agar tidak tersinggung jika anak mereka masuk asesmen kesehatan mental. Ia menekankan asesmen bukan pelabelan negatif, melainkan perlindungan dini.

“Bukan berarti anak kita dianggap bermasalah. Justru ini bentuk kepedulian. Apa yang dialami anak-anak di luar rumah sering kali di luar jangkauan orang tua,” ujarnya.

Selain intervensi psikologis, ia menekankan pentingnya literasi digital sebagai pencegahan. Anak perlu dibekali kemampuan menyaring informasi, menghadapi perundungan daring, dan mengelola tekanan sosial di ruang digital.

“Penguatan literasi digital penting karena sebagai bagian dari pencegahan, kemampuan anak dalam menyaring informasi serta dapat memahami situasi media sosial,” tuturnya. **

750 x 100 AD PLACEMENT
Anda mungkin juga menyukainya
930 x 180 AD PLACEMENT

Beritanya Orang Bandung

Menu