Pemkot Bandung Genjot Perbaikan Jalan dan Trotoar, Drainase Jadi Fokus

PERBAIKAN jalan di Kota Bandung. (Foto/Humas Pemkot Bandung)
750 x 100 AD PLACEMENT

BANDUNG – Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung terus mempercepat penataan infrastruktur demi menciptakan lingkungan kota yang lebih tertib dan nyaman. Hal ini disampaikan Kepala Dinas Sumber Daya Air dan Bina Marga (DSDABM) Kota Bandung, Rizki Kusrulyadi, dalam sebuah talkshow bersama Radio Sonata dan PRFM pada Kamis, 30 April 2026.

Rizki menuturkan, ada tiga fokus utama dalam program penataan infrastruktur kali ini, yaitu peningkatan kualitas jalan, pembangunan trotoar yang ramah bagi semua kalangan, serta pengurangan titik genangan air. Ketiga indikator tersebut menjadi arah kebijakan yang dijalankan sesuai visi Wali Kota Bandung.

“Indikator utama kami adalah tingkat kemantapan jalan, persentase trotoar inklusif yang bisa diakses semua kalangan, serta penurunan titik genangan. Ini menjadi arah kebijakan utama yang terus kami dorong,” ujarnya.

Pada tahun 2026, DSDABM menjalankan dua pola pemeliharaan, yakni rutin dan berkala. Pemeliharaan rutin dilakukan oleh enam UPT di tiap wilayah untuk menangani kerusakan kecil seperti jalan berlubang, trotoar rusak ringan, hingga saluran air yang tersumbat.

Sementara itu, pemeliharaan berkala dilakukan dalam skala lebih besar melalui kontrak kerja. Hingga saat ini, sudah ada 10 paket pekerjaan yang berjalan, dan akan segera ditambah dengan 12 paket berikutnya.

“Beberapa ruas jalan yang saat ini sudah dan sedang ditangani di antaranya Jalan Sunda, Jalan Tamansari, Jalan Wastu Kencana, serta menyusul Jalan Gunung Batu dan kawasan Dago,” kata Rizki.

Selain jalan, pembangunan trotoar juga menjadi perhatian. Saat ini, panjang trotoar yang sudah terbangun mencapai 230 kilometer atau sekitar 66 persen dari total kebutuhan. Namun, masih ada kendala di lapangan, seperti keterbatasan lahan dan keberadaan utilitas maupun pohon yang menghambat pelebaran trotoar.

“Standar ideal trotoar minimal 1,5 meter, namun di beberapa lokasi masih kurang dari itu. Ini menjadi pekerjaan rumah yang terus kami benahi secara bertahap,” jelasnya.

Kondisi jalan di Bandung sendiri masih menyisakan sekitar 71 kilometer yang rusak ringan hingga berat dari total panjang 984 kilometer. Faktor utama penyebab kerusakan adalah curah hujan tinggi serta sistem drainase yang belum berfungsi optimal.

“Air yang melimpas ke badan jalan menjadi salah satu penyebab utama kerusakan. Karena itu, penanganan drainase menjadi bagian penting dari penataan infrastruktur,” tambahnya.

Rizki juga menekankan pentingnya kerja sama lintas kewenangan, sebab tidak semua ruas jalan berada di bawah tanggung jawab Pemkot Bandung. Ada pula jalan yang menjadi kewenangan pemerintah provinsi maupun pusat.

“Koordinasi terus kami lakukan, baik dengan pemerintah provinsi maupun pusat. Jika ada laporan masyarakat terkait jalan rusak, kami segera tindak lanjuti sesuai kewenangan, bahkan jika perlu dilakukan penanganan sementara,” ujarnya.

Dengan berbagai langkah tersebut, Pemkot Bandung optimistis penataan infrastruktur akan semakin merata dan memberikan dampak nyata bagi kenyamanan warga dalam beraktivitas.

“Target kami, seluruh jalan di Kota Bandung dapat terpelihara dengan baik secara bertahap, didukung trotoar yang nyaman dan sistem drainase yang optimal,” tutur Rizki.

750 x 100 AD PLACEMENT
Anda mungkin juga menyukainya
930 x 180 AD PLACEMENT

Beritanya Orang Bandung

Menu