CISARUA – Bencana longsor di wilayah Cisarua, Kabupaten Bandung Barat membuat sejumlah sekolah harus beralih fungsi. Gedung sekolah sementara dijadikan dapur umum dan posko pengungsian, sehingga kegiatan belajar mengajar dialihkan ke sistem pembelajaran jarak jauh (daring).
Kepala Dinas Pendidikan Bandung Barat, Asep Dendih, menjelaskan bahwa langkah ini diambil agar proses pendidikan tetap berjalan meski fasilitas sekolah digunakan untuk penanganan darurat. “Untuk sementara, belajar dilakukan secara daring karena ruang kelas dipakai untuk dapur umum dan posko bencana,” ujarnya.
Asep menegaskan kebijakan ini bersifat sementara dan akan disesuaikan dengan kondisi di lapangan. Pihaknya terus berkoordinasi dengan BPBD untuk menentukan kapan sekolah bisa kembali difungsikan normal.
Saat ini, ada tiga sekolah dasar yang digunakan sebagai fasilitas kebencanaan, yaitu SD Karya Bakti, SD Pasirlangu, dan SD Cinta Bakti. Menurut Asep, pemanfaatan sekolah sebagai posko sangat membantu karena lokasinya dekat dengan area terdampak dan memiliki fasilitas memadai.
Disdik memastikan, setelah kondisi dinyatakan aman, metode pembelajaran akan kembali disesuaikan agar anak-anak bisa belajar di ruang kelas seperti biasa.
Sementara itu, tim SAR gabungan melaporkan sudah mengevakuasi 25 kantong jenazah, dengan 17 di antaranya berhasil diidentifikasi. Lebih dari 30 rumah rusak dari total 34 kepala keluarga terdampak, dan jumlah pengungsi diperkirakan mencapai 400 orang yang tersebar di beberapa titik. **