KEDIRI – Persik Kediri harus mengakui keunggulan tim tamu Bhayangkara FC dengan skor 3-4 dalam laga lanjutan Super League 2025/2026 di Stadion Brawijaya, Kota Kediri, Jumat (20/2) malam.
Tiga gol Persik dicetak oleh Kiko Carneiro menit ke-33, Jose Enrique Rodriguez menit ke-51, dan Ernesto Gomez menit ke-64. Sementara Bhayangkara mencetak empat gol lewat Slaviko Damjanovic menit ke-6, Nehar Sadiki menit ke-38, Jean Befolo Mbarga menit ke-59, dan Bernard Doumbia menit ke-87.
Sejak babak pertama dimulai, kedua tim langsung jual beli serangan. Persik justru kebobolan cepat di menit ke-6 lewat sundulan Damjanovic yang memanfaatkan kemelut hasil tendangan bebas. Skor 0-1 untuk Bhayangkara.
Tertinggal satu gol, Persik bangkit. Kiko Carneiro melepaskan tendangan jarak jauh di menit ke-33 yang melesat ke gawang lawan. Skor pun imbang 1-1.
Namun Bhayangkara kembali unggul setelah Nehar Sadiki mencetak gol di menit ke-38 usai menerima umpan Ryo Matsumura. Skor 1-2 bertahan hingga turun minum.
Memasuki babak kedua, tempo makin panas. Jose Enrique memanfaatkan bola rebound di menit ke-51 dan membuat skor kembali imbang 2-2.
Bhayangkara tak mau kalah. Jean Befolo Mbarga menjebol gawang Persik di menit ke-59 setelah memanfaatkan bola lepas dari Ezra Walian. Skor berubah jadi 2-3.
Enam menit kemudian, Ernesto Gomez menyamakan kedudukan lewat umpan Adrian Luna. Skor 3-3 bikin laga makin sengit.
Gol penentu kemenangan Bhayangkara lahir di menit ke-87. Bernard Doumbia memanfaatkan umpan Sidibe dan merobek gawang Persik. Skor akhir 4-3 untuk Bhayangkara.
Pertandingan yang diguyur hujan deras ini makin dramatis setelah Kiko Carneiro mendapat kartu merah dan harus keluar lapangan. Hingga peluit akhir, skor tetap 3-4.
Dengan hasil ini, Persik berada di peringkat ke-12 klasemen sementara dengan 26 poin, sementara Bhayangkara naik ke posisi ke-8 dengan 32 poin.
Pelatih Persik, Marcos Reina, mengaku senang melihat semangat tim yang bisa bangkit setelah tertinggal. Namun ia kecewa karena kebobolan gol mudah. Lini pertahanan jadi fokus evaluasi, apalagi setelah Kiko mendapat kartu merah.
“Ini bukan masalah siapa yang hilang di posisi mana, tapi secara keseluruhan adalah masalah satu tim. Sehingga tim harus lebih bertahan lebih baik lagi,” kata dia. **