BOGOR – Bangunan SMAN 2 Gunung Putri di Kabupaten Bogor ambruk pada pekan lalu. Peristiwa ini langsung ditindaklanjuti oleh Komisi V DPRD Provinsi Jawa Barat yang meminta pemerintah pusat dan daerah segera memperbaiki sarana pendidikan agar kegiatan belajar mengajar bisa kembali berjalan normal.
Dalam kunjungannya ke SMAN 2 Gunung Putri, Selasa (3/2), Komisi V juga menekankan pentingnya pembangunan sekolah sesuai standar teknis demi keselamatan siswa.
Anggota Komisi V DPRD Jawa Barat, Aceng Malki, menyampaikan bahwa pihaknya sedang memastikan kondisi sarana dan prasarana pendidikan yang terdampak. Ia menegaskan, perbaikan harus segera dilakukan agar siswa bisa kembali belajar dengan nyaman.
“Terkait laporan masyarakat dan pemberitaan di media sosial, memang benar terjadi musibah di SMAN 2 Gunung Putri yang disebabkan oleh rancang bangun dan pondasi bangunan yang tidak sesuai spesifikasi, sehingga perbaikan harus segera dilakukan karena banyak siswa membutuhkan ruang kelas,” ujar Aceng.
Aceng menjelaskan, hingga saat ini bangunan yang ambruk memang belum diperbaiki. Komisi V DPRD Jawa Barat akan menjadikan peristiwa ini sebagai bahan evaluasi besar-besaran terhadap pembangunan fasilitas pendidikan di seluruh wilayah Jawa Barat.
“Belum ada perbaikan, katanya minggu ini akan mulai dikerjakan oleh pemerintah pusat dan harus selesai sebelum ajaran baru,” ungkapnya.
“Komisi V akan mengecek pembangunan baru di Jawa Barat untuk memastikan seluruh bangunan sudah sesuai spesifikasi, termasuk rencana peninjauan ruang kelas baru di Bekasi,” imbuhnya.
Ia juga menekankan pentingnya peran dinas terkait dalam memastikan kualitas pembangunan sekolah ke depan.
“Dinas terkait harus memilih CV yang jelas dan kredibel. Pengawasannya harus ketat terkait pembangunan,” pungkasnya. **