BANDUNG – Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Bandung memperketat langkah penindakan sekaligus pencegahan terhadap reklame yang dinilai berpotensi membahayakan. Hal ini dilakukan menyusul insiden robohnya salah satu konstruksi reklame akibat hujan deras disertai angin kencang.
Kepala Satpol PP Kota Bandung, Bambang Sukardi, menuturkan pihaknya segera menurunkan tim khusus reklame ke lapangan untuk melakukan penanganan cepat serta penertiban terhadap reklame yang terdampak.
“Begitu menerima laporan, tim kami langsung turun ke lokasi untuk melakukan penanganan dan penertiban. Alhamdulillah, dalam kejadian tersebut tidak ada korban jiwa,” ujarnya, Jumat, 3 April 2026.
Selain penanganan darurat, Satpol PP juga menyiapkan langkah antisipatif agar kejadian serupa tidak kembali terjadi di kemudian hari.
Salah satu langkah yang digagas adalah pembentukan tim verifikasi struktur reklame dengan melibatkan instansi teknis dan asosiasi pengusaha reklame.
Upaya tersebut merupakan tindak lanjut dari rapat koordinasi pasca robohnya reklame di kawasan Buahbatu.
Dalam rapat itu, Bambang menegaskan rekomendasi agar Dinas Cipta Bina Konstruksi dan Tata Ruang (Ciptabintar) segera membentuk tim verifikasi lapangan.
“Pada saat rakor, kami sudah menyarankan kepada Dinas Ciptabintar agar segera membentuk tim verifikasi lapangan dengan melibatkan pengurus asosiasi reklame, termasuk IPRKB dan unsur lainnya, untuk bersama-sama turun ke lapangan. Tujuannya jelas, agar kejadian reklame roboh tidak terulang kembali,” jelasnya.
Menurut Bambang, verifikasi ini penting untuk memastikan kekuatan konstruksi reklame, mengingat adanya faktor risiko seperti usia bangunan, kualitas material, serta minimnya pengawasan berkala.
“Kami tidak mengetahui secara detail kekuatan struktur reklame di lapangan. Oleh karena itu, pemilik reklame harus ikut bertanggung jawab melakukan pengecekan dan memastikan konstruksinya aman,” jelasnya.
Ia juga menekankan bahwa kondisi cuaca ekstrem dengan curah hujan tinggi dan angin kencang menjadi faktor tambahan yang memperbesar risiko robohnya reklame maupun tumbangnya pohon di berbagai titik.
Menghadapi situasi tersebut, Satpol PP memperkuat koordinasi lintas sektor bersama dinas terkait, terutama dalam penanganan dampak bencana sekaligus penataan kota.
Di sisi lain, penertiban reklame juga menjadi bagian dari program prioritas Pemkot Bandung dalam mempercantik wajah kota, khususnya di 17 jalur utama yang menjadi fokus beautifikasi.
“Kami akan fokus melakukan penertiban sesuai arahan pimpinan, terutama pada reklame jenis bando di jalur-jalur prioritas. Namun ke depan, tidak menutup kemungkinan dilakukan validasi menyeluruh terhadap seluruh reklame yang ada,” jelasnya.
Bambang menegaskan pentingnya kerja sama antara pemerintah dan pelaku usaha reklame dalam menjaga keselamatan masyarakat. Ia mengingatkan agar semua pihak tidak menyepelekan potensi bahaya dari konstruksi reklame yang tidak layak.
“Jangan sampai kejadian seperti ini menimbulkan korban. Ini menjadi perhatian serius kami. Antisipasi harus dilakukan sejak dini melalui pengecekan dan pengawasan yang ketat,” pungkasnya.**