Cuaca Ekstrem Picu Longsor, Akses Curug Cibeureum-Salabintana di Gunung Gede Ditutup Total

JALUR menuju Curug Cibeureum-Salabintana di kawasan Gunung Gede-Pangrango, Jawa Barat, tertutup longsor sehingga jalur menuju tempat wisata ditutup sementara selama penanganan tuntas dilakukan. (Foto/ANTARA)
750 x 100 AD PLACEMENT

CIANJUR – Balai Besar Taman Nasional Gunung Gede Pangrango (TNGGP) menutup sementara jalur menuju kawasan wisata Curug Cibeureum-Salabintana, setelah bencana longsor melanda kawasan air terjun tersebut. Penutupan ini dilakukan demi keselamatan pengunjung.

Humas Balai Besar TNGGP, Agus Deni, saat dihubungi Selasa, mengatakan jalur menuju Curug Cibeureum tertutup longsor sejak beberapa hari terakhir sehingga sulit dilalui dan masih dalam penanganan.

“Jalur menuju Curug Cibeureum-Salabintana yang masuk dalam kawasan Gunung Gede-Pangrango yang berada di Kabupaten Cianjur dan Sukabumi, Jawa Barat, tertimbun longsor setinggi 1,5 meter dengan panjang lebih dari 15 meter akibat cuaca ekstrem,” katanya seperti dikutip dari ANTARA< Selasa (17/2).

Ia menjelaskan, hingga saat ini proses pembersihan material longsor yang menutup jalur masih berjalan sehingga untuk sementara kawasan Curug Cibeureum ditutup. Penutupan diperkuat dengan surat edaran resmi Kepala Balai Besar TNGGP Nomor 02 Tahun 2026.

Proses pembersihan membutuhkan waktu cukup lama karena dilakukan secara manual dengan melibatkan warga sekitar kawasan taman nasional. Harapannya, akses menuju Curug Cibeureum bisa segera kembali dibuka untuk wisatawan.

“Kami berharap segera dapat dilalui agar wisatawan dapat kembali menikmati keindahan air terjun di kawasan Gunung Gede-Pangrango yang selama ini banyak diminati,” katanya.

Jalur wisata akan kembali dibuka setelah material longsor berhasil dibersihkan dan dinyatakan aman. Pihak TNGGP meminta wisatawan bersabar dan menunggu informasi resmi terkait pembukaan kembali jalur menuju destinasi tersebut.

Selama penutupan berlangsung, wisatawan diminta tidak memaksakan diri melintas karena proses pembersihan masih dilanjutkan dengan penanganan tambahan untuk mencegah longsor susulan.

“Setelah penanganan tuntas dilakukan, jalur akan dibuka kembali, namun wisatawan diminta untuk tetap waspada karena cuaca ekstrem masih melanda sebagian besar wilayah Cianjur dan Sukabumi, sehingga dapat memicu terjadinya bencana alam,” katanya. **

750 x 100 AD PLACEMENT
Anda mungkin juga menyukainya
930 x 180 AD PLACEMENT

Beritanya Orang Bandung

Menu