BMKG Bandung Ingatkan Potensi Hujan Lebat Disertai Angin Kencang, Warga Diminta Waspada

PRAKIRAAN angin pada Jumat (6/3). (Foto/BMKG)
750 x 100 AD PLACEMENT

BANDUNG – Hujan deras yang disertai angin kencang kembali melanda Kota Bandung dan menyebabkan sejumlah pohon tumbang. Kondisi ini diperkirakan masih akan berlanjut dalam beberapa hari ke depan.

Kepala BMKG Kelas I Bandung, Teguh Rahayu, menjelaskan bahwa dinamika atmosfer selama sepekan ke depan masih mendukung terjadinya hujan dengan intensitas sedang hingga lebat di wilayah Jawa Barat, termasuk Bandung Raya. Ia menyebut sejumlah faktor global dan regional tengah aktif sehingga memicu pertumbuhan awan konvektif.

Teguh menuturkan, suhu muka laut di sekitar perairan Indonesia yang relatif hangat membuat suplai uap air ke Jawa Barat meningkat. Selain itu, fenomena Madden Julian Oscillation (MJO) masih aktif, ditambah gelombang atmosfer frekuensi rendah serta adanya belokan dan pertemuan angin di sekitar Jawa Barat.

“Labilitas atmosfer berada pada kategori ringan hingga kuat. Ini menjadi kondisi yang mendukung pertumbuhan awan konvektif skala lokal, terutama pada siang hingga sore hari,” kata Teguh Rahayu saat dikonfirmasi, Kamis (5/3).

BMKG juga mencatat adanya Bibit Siklon Tropis 90S di Samudra Hindia selatan Jawa Tengah. Meski tidak langsung, bibit siklon ini menambah potensi hujan lebat disertai angin kencang di Jawa Barat, Jawa Tengah, DI Yogyakarta, Jawa Timur hingga Bali.

Pada Rabu (4/3/2026) sekitar pukul 13.10 WIB, hujan deras disertai angin kencang mengguyur sejumlah wilayah Jawa Barat, termasuk Bandung Raya. Data Stasiun Geofisika Kelas I Bandung menunjukkan kecepatan angin mencapai 31,5 km/jam dengan intensitas hujan 17 mm/jam. Kondisi ini tergolong hujan lebat dan berpotensi menimbulkan genangan hingga banjir.

Hasil citra radar memperlihatkan pertumbuhan awan konvektif awalnya muncul di selatan Purwakarta dan utara Bandung Barat, lalu berkembang hingga mencapai fase matang di sekitar Cianjur. Awan tersebut kemudian bergerak ke timur dan memasuki Kota Bandung sekitar pukul 13.09 WIB, sebelum meluas ke Bandung Timur pada pukul 13.33 WIB.

Reflektivitas radar tercatat antara 35–45 dBZ pada periode 13.01–13.33 WIB, menandakan intensitas hujan meningkat. Sekitar pukul 14.29 WIB, awan hujan mulai melemah dan memasuki fase meluruh.

Fenomena serupa juga terjadi di sejumlah daerah lain seperti Sukabumi, Sumedang, Cirebon, Kuningan, serta Kabupaten/Kota Bandung. Awan Cumulonimbus memicu hujan deras disertai kilat, petir, dan angin kencang yang bahkan menumbangkan pohon serta menimbulkan kerusakan di beberapa titik.

BMKG mengingatkan masyarakat dan instansi terkait agar tetap waspada terhadap potensi bencana hidrometeorologis, seperti banjir, tanah longsor, angin kencang, hingga pohon tumbang.

Warga diimbau untuk tetap tenang namun siaga, mengenali risiko di lingkungan sekitar, serta rutin memperbarui informasi cuaca melalui aplikasi InfoBMKG. Arahan dari pemerintah daerah juga perlu diikuti apabila terjadi kondisi darurat.

Selain itu, masyarakat diminta berhati-hati dalam merencanakan aktivitas, baik perjalanan darat, laut, maupun udara, karena cuaca diprediksi masih berubah cepat dalam beberapa hari ke depan. **

750 x 100 AD PLACEMENT
Anda mungkin juga menyukainya
930 x 180 AD PLACEMENT

Beritanya Orang Bandung

Menu