Bandung Mantapkan Pariwisata sebagai Motor Ekonomi Kota

Travel Mart Jabar Istimewa. (Foto/IST)
750 x 100 AD PLACEMENT

BANDUNG – Kota Bandung semakin serius menjadikan pariwisata sebagai penggerak utama ekonomi daerah. Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan, menegaskan hal tersebut usai menghadiri Travel Mart Jabar Istimewa yang berlangsung di Hotel Horison Ultima Bandung, Selasa (10/2).

Menurut Farhan, forum seperti Travel Mart yang digagas Parwindo (Perhimpunan Industri Pariwisata Indonesia) menjadi kesempatan penting untuk memastikan seluruh investasi di sektor pariwisata dapat dipromosikan secara maksimal.

Ia menekankan, kerja sama antara investor, pelaku usaha, penyedia layanan, dan penjual paket wisata sangat diperlukan agar produk wisata Bandung bisa dikemas lebih menarik dan kompetitif.

“Acara seperti ini menjadi sangat penting untuk memastikan bahwa apa yang telah dibangun oleh para investor dan pelaku industri pariwisata bisa dijajakan dalam paket-paket yang menarik oleh para seller,” ujar Farhan.

Farhan mengungkapkan, pergerakan wisatawan ke Kota Bandung menunjukkan angka yang besar. Hampir 24 juta perjalanan tercatat dengan mendekati 12 juta wisatawan masuk ke Bandung. Angka ini memberikan kontribusi signifikan bagi pertumbuhan industri pariwisata dan ekonomi kota.

Ia menjelaskan, pariwisata merupakan bagian dari strategi besar ekonomi Bandung yang dirumuskan dalam konsep tourism, trade, and investment. Kehadiran wisatawan akan memicu transaksi ekonomi luas, mulai dari hotel, kuliner, transportasi, hingga UMKM.

“Adanya tourism akan menghadirkan banyak transaksi. Dari transaksi itulah kita harapkan bisa mengundang banyak investment datang ke Kota Bandung,” katanya.

Farhan menambahkan, meski Bandung tidak memiliki banyak destinasi alam di wilayah administratifnya, kota ini merupakan bagian dari Cekungan Bandung yang kaya potensi wisata. Karena itu, ia mendorong pelaku industri mengemas paket wisata terintegrasi lintas wilayah.

“Bandung itu bagian dari Cekungan Bandung. Wisata alamnya banyak sekali. Misalnya ngopi di Kota Bandung, jalan-jalan ke Tahura, healing ke Ciwidey. Hal-hal seperti itu bisa dikemas oleh anggota Parwindo,” ujarnya.

Ke depan, Farhan berharap Parwindo dapat terus menjadi penghubung antara penyedia layanan dan penjual paket wisata, sehingga Bandung tetap menjadi destinasi unggulan di Indonesia.

Selain pengemasan produk wisata, peningkatan kualitas infrastruktur dasar juga menjadi perhatian utama. Sesuai arahan Gubernur Jawa Barat, Pemkot Bandung berkomitmen membenahi infrastruktur agar wisatawan merasakan pengalaman yang nyaman dan berbeda.

Di tengah tantangan persoalan sampah, Farhan menegaskan dua aspek utama yang harus dijaga adalah keamanan dan kebersihan. Ia memastikan wisatawan harus merasa aman berjalan kapan pun tanpa gangguan parkir liar maupun tindak kriminal.

“Wisatawan harus merasa aman mau jalan jam berapa pun, keluar hotel, tidak ada parkir liar, tidak ada begal. Itu tidak boleh,” tegasnya.

Ia juga menyinggung kasus eksibisionis yang sempat terjadi di kawasan Asia Afrika dan memastikan pelaku telah diamankan. Hal ini menjadi bagian dari upaya menjaga citra dan rasa aman bagi wisatawan.

Dari sisi kebersihan, Farhan menekankan tidak boleh ada sampah terlihat saat wisatawan memulai aktivitas pagi. Hal ini penting karena Bandung tengah mengembangkan konsep sport tourism. Ia memastikan petugas kebersihan sudah bekerja sejak dini hari.

“Bandung menjual sport tourism. Tidak boleh pukul 06.00 WIB masih ada sampah di pinggir jalan. Itu sebabnya petugas penyapu jalan sudah mulai bertugas sejak pukul 04.00 WIB,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua Pelaksana Travel Mart sekaligus Wakil Ketua DPP Parwindo, Eko Purwono, menjelaskan kegiatan ini bertujuan mendorong peningkatan kunjungan wisata dan percepatan kemajuan pariwisata Jawa Barat. Travel Mart diikuti 58 seller dari Jawa Barat, DKI Jakarta, dan Yogyakarta, meliputi destinasi wisata, hotel, restoran, kafe, hingga pusat oleh-oleh.

Kegiatan ini juga menghadirkan 102 buyer potensial dari agen perjalanan wisata dan mitra bisnis. Melalui skema business to business (B2B), peserta difasilitasi untuk presentasi produk, menjajaki kerja sama, hingga transaksi yang diharapkan mampu meningkatkan pergerakan industri wisata Jawa Barat.

Anggota DPR RI Komisi XI, Fathi, yang turut hadir, mengapresiasi keseriusan Pemkot Bandung dan Pemprov Jawa Barat dalam mendukung industri pariwisata. Ia mengajak pelaku usaha untuk tidak ragu membawa wisatawan sebanyak mungkin ke Jawa Barat, khususnya Bandung.

“Melalui forum ini mudah-mudahan bisa bisnis match, bisa saling kenal, dan melakukan optimalisasi bagi buyer maupun seller pariwisata. Selamat untuk Parwindo, semoga bermanfaat bagi Indonesia dan Jawa Barat, khususnya Kota Bandung,” tuturnya. **

750 x 100 AD PLACEMENT
Anda mungkin juga menyukainya
930 x 180 AD PLACEMENT

Beritanya Orang Bandung

Menu