CFD Dago dan Buahbatu Kembali Digelar, Braga Beken Dibuka Lagi, Warga Kota Bandung Nikmati Ruang Publik

SUASANA di Jalan Ir.H. Djuanda atau Dago saat CFD. (Foto/Ist)
750 x 100 AD PLACEMENT

BANDUNG – Warga Kota Bandung kembali bisa menikmati akhir pekan dengan berolahraga dan bersantai di sejumlah ruang publik tanpa gangguan kendaraan bermotor. Car Free Day (CFD) Dago dan Buahbatu kembali digelar pada Minggu (4/10/2026), setelah sempat dihentikan. Pada hari yang sama, kawasan Braga Bebas Kendaraan atau Braga Beken juga kembali dibuka untuk masyarakat dan wisatawan.

Dibukanya kembali ketiga kawasan tersebut disambut positif oleh warga. Sejak pagi, masyarakat mulai berdatangan untuk berjalan kaki, bersepeda, hingga menghabiskan waktu bersama keluarga.

Di kawasan Dago, suasana mulai ramai sejak pukul 06.00 WIB. Pelaksanaan CFD kali ini terasa lebih tertata dengan adanya pengaturan zona yang dikoordinasikan Pemerintah Kota Bandung.

Penataan tersebut antara lain dilakukan melalui sterilisasi aktivitas komersial dan pembagian brosur di jalur utama, serta pemisahan lajur bagi pejalan kaki dan pesepeda.

Adi, warga Ujungberung yang datang sejak pagi, menilai penataan tersebut membuat aktivitas olahraga menjadi lebih nyaman. Menurutnya, warga kini bisa memanfaatkan jalur CFD dengan lebih leluasa tanpa terganggu aktivitas lain.

“Suasananya cukup ramai dan meriah. Karena sekarang lebih diperketat, tidak ada yang berjualan dan membagikan brosur di jalur utama, sehingga suasananya jadi jauh lebih fokus untuk olahraga. Pejalan kaki dan pesepeda jadi lebih leluasa,” ujar Adi.

Hal serupa dirasakan Arin yang memanfaatkan kembali dibukanya CFD untuk bersepeda. Ia menilai pemisahan jalur pejalan kaki dan pesepeda menjadi salah satu hal positif karena membuat aktivitas olahraga terasa lebih aman.

“Suasananya sangat nyaman, apalagi ada pemisahan jalur antara pejalan kaki dan pesepeda. Area trotoar juga tertib, jadi kami yang bersepeda bisa berhenti sejenak untuk beristirahat dengan tenang,” tuturnya.

Warga lainnya, Refa, juga mengaku senang bisa kembali menghabiskan waktu bersama keluarga di kawasan Dago. Namun, ia menilai jumlah pengunjung belum terlalu banyak pada hari pertama CFD kembali digelar.

“Sudah lama libur, sekarang baru dibuka lagi. Mungkin karena baru dibuka, jadi masih belum terlalu ramai,” ujar Refa.

Sementara itu, pengunjung CFD Buahbatu, Mardi, berharap kegiatan tersebut dapat kembali berjalan seperti sebelumnya. Ia juga berharap para pedagang bisa kembali berjualan sehingga pengunjung memiliki lebih banyak pilihan makanan dan kebutuhan ringan selama berada di kawasan CFD.

Menurut Mardi, CFD tidak hanya menjadi tempat untuk berolahraga, tetapi juga dapat membantu menghadirkan ruang publik dengan udara yang lebih bersih di tengah persoalan polusi udara di Kota Bandung.

“Mudah-mudahan CFD ini bisa berjalan seperti dulu lagi. Kita bisa jalan, jogging, atau bersepeda dengan udara yang lebih sehat,” katanya.

 

Disambut positif

Tak hanya CFD Dago dan Buahbatu, pembukaan kembali Braga Beken juga mendapat sambutan dari warga dan wisatawan yang berkunjung ke kawasan tersebut.

Nuri, salah seorang warga, menilai penerapan kawasan bebas kendaraan memberikan dampak positif terhadap kenyamanan pengunjung. Menurutnya, kondisi jalan yang lebih leluasa membuat aktivitas warga menjadi lebih aman karena tidak bercampur dengan kendaraan bermotor.

“Menurut saya bagus. Kalau jalan lebih leluasa, tidak berbenturan dengan mobil atau kendaraan,” ujar Nuri.

Meski demikian, Nuri menilai masih ada sejumlah hal yang perlu diperhatikan agar pelaksanaan Braga Beken berjalan lebih tertib. Salah satunya berkaitan dengan pengaturan parkir kendaraan yang dinilai perlu mendapat perhatian.

“Parkirnya jangan sembarangan,” katanya.

Ia juga menyoroti keberadaan pedagang yang masih berjualan di sejumlah titik pinggir jalan. Menurutnya, penataan pedagang perlu dilakukan agar tidak mengganggu akses kendaraan maupun memicu kemacetan di kawasan Braga.

“Pedagang juga harus tertib, jangan terlalu banyak pedagang di pinggir jalan. Masih ada satu-dua yang berjualan di sana,” ujar Nuri.

Sementara itu, Ramdan, seorang pengrajin wayang golek yang telah lama beraktivitas di kawasan Braga, turut menyampaikan tanggapannya terkait kembali digelarnya Braga Beken.

Ia berharap penataan kawasan Braga dapat terus dilakukan secara berkelanjutan dengan melibatkan pemerintah dan berbagai pihak terkait, sehingga kawasan tersebut tetap nyaman bagi warga, wisatawan, maupun pelaku usaha yang beraktivitas di sekitarnya. **

750 x 100 AD PLACEMENT
Anda mungkin juga menyukainya
930 x 180 AD PLACEMENT

Beritanya Orang Bandung

Menu