Kurangi Ketergantungan pada TPA Sarimukti, Farhan: 30 Persen Sampah Bandung Kini Terolah

WALI Kota Bandung, H. Farhan ungkap Kota Bandung berhasil mengolah hampir 30 persen timbulan sampah di wilayahnya. (Foto/Ist)
750 x 100 AD PLACEMENT

BANDUNG – Upaya penanganan darurat sampah di Kota Bandung terus diperkuat dengan berbagai langkah inovasi. Salah satunya melalui peningkatan kapasitas pengolahan sampah yang kini sudah mencapai 30 persen, sehingga ketergantungan terhadap Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Sarimukti perlahan berkurang.

Meski demikian, sekitar 70 persen sampah dari Kota Bandung masih harus dibuang ke TPA Sarimukti. Kondisi ini menjadi tantangan besar yang terus diupayakan solusinya oleh jajaran pengelola kota.

Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan, menyebut capaian peningkatan kapasitas pengolahan sampah menjadi salah satu langkah penting dalam penanganan darurat sampah yang dilakukan bertahap.

“Saat ini kita masih sangat mengandalkan TPA Sarimukti, sekitar 70 persen sampah masih dibuang ke sana. Namun pengolahan sampah di Kota Bandung sudah meningkat hingga 30 persen,” kata Farhan, Rabu 29 Juli 2026.

Menurutnya, perkembangan tersebut mendapat perhatian langsung dari pemerintah pusat. Pekan lalu, Menteri Koordinator Bidang Pangan bersama Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) mengunjungi Kota Bandung untuk memastikan penerapan teknologi tepat guna berjalan optimal.

Kunjungan itu menjadi bentuk dukungan pemerintah pusat terhadap berbagai inovasi yang tengah dikembangkan untuk meningkatkan kapasitas pengelolaan sampah sekaligus mengurangi beban TPA.

Farhan menegaskan, selain pemanfaatan teknologi, perubahan perilaku masyarakat juga menjadi faktor penting dalam keberhasilan pengelolaan sampah.

Salah satu program yang mendapat sorotan adalah Petugas Pemilah dan Pengolah Sampah (Gaslah) yang berfokus pada pengolahan sampah organik di tingkat rumah tangga.

Ia menyampaikan, pelaksanaan program Gaslah mendapat apresiasi dari pemerintah pusat maupun Pemerintah Provinsi Jawa Barat karena dinilai mampu mendorong partisipasi masyarakat dalam mengurangi timbulan sampah sejak dari sumbernya.

“Alhamdulillah, warga Kota Bandung mendapatkan apresiasi dari pemerintah pusat dan pemerintah provinsi, khususnya melalui program pengolahan sampah organik atau yang kita kenal sebagai Gaslah,” ujar Farhan. **

750 x 100 AD PLACEMENT
Anda mungkin juga menyukainya
930 x 180 AD PLACEMENT

Beritanya Orang Bandung

Menu