BANDUNG – Badan Pusat Statistik (BPS) Jawa Barat merilis data terbaru soal kunjungan wisatawan mancanegara. Stasiun Padalarang yang terintegrasi dengan Kereta Cepat Jakarta-Bandung kini tercatat sebagai pintu masuk utama turis asing ke Jawa Barat dengan persentase mencapai 81,35 persen.
Kepala BPS Jawa Barat, Margaretha Anggorowati, menyampaikan bahwa pada Maret 2026 jumlah kunjungan warga negara asing ke Jawa Barat melalui kereta cepat Whoosh mencapai 7.245 orang.
Dari angka tersebut, Stasiun Padalarang menjadi lokasi kedatangan terbanyak dengan 81,35 persen. Angka ini jauh lebih tinggi dibanding Stasiun Tegalluar yang hanya 16,11 persen dan Stasiun Karawang sebesar 2,54 persen.
“Moda kereta cepat menjadi salah satu akses penting bagi wisatawan asing yang singgah maupun berkunjung ke Jawa Barat,” ujar Margaretha yang akrab disapa Ari itu.
Tidak hanya wisatawan asing, pergerakan wisatawan domestik juga menunjukkan peningkatan signifikan. Pada Maret 2026, tercatat 22,48 juta perjalanan wisatawan nusantara menuju Jawa Barat, naik 43,47 persen dibanding bulan sebelumnya.
Secara akumulasi, dari Januari hingga Maret 2026, jumlah perjalanan wisatawan nusantara mencapai 56,54 juta. Angka ini menjadi yang tertinggi sejak 2021.
“Ini merupakan periode pencapaian tertinggi sejak tahun 2021, mengalami kenaikan 17,48 persen dibandingkan periode yang sama di tahun 2025,” ujar Ari.
Dari sisi destinasi, kawasan metropolitan seperti Bogor-Depok-Bekasi (Bodebek) dan Bandung Raya menyumbang 50,8 persen dari total perjalanan wisatawan nusantara.
Sinergi antara infrastruktur modern seperti Whoosh dengan daya tarik wisata perkotaan, kuliner, dan pusat belanja dinilai menjadi faktor utama Jawa Barat tetap menjadi destinasi favorit.
Ari menambahkan, lonjakan perjalanan wisatawan nusantara pada Maret 2026 juga dipengaruhi oleh momentum mudik Idul Fitri.
“Hal ini menggambarkan tingginya daya tarik wisata urban leisure, belanja, kuliner, serta tersedianya infrastruktur yang mendukung aktivitas perjalanan Wisatawan Nusantara di kawasan metropolitan Jawa Barat,” kata Ari.
Meski jumlah perjalanan meningkat, sektor perhotelan masih menghadapi tantangan. Tingkat Penghunian Kamar (TPK) hotel bintang pada Maret 2026 tercatat 39,86 persen, turun 1,21 poin dibanding Februari 2026. Namun secara tahunan, angka tersebut naik 11,09 poin dibanding Maret 2025.