PURWAKARTA – KAI Daerah Operasi (Daop) 2 Bandung menyampaikan bahwa sejumlah perjalanan Kereta Api (KA) Parahyangan mengalami gangguan akibat insiden operasional yang terjadi di Stasiun Bekasi Timur, Kota Bekasi, Jawa Barat.
Manajer Humas KAI Daop 2 Bandung, Kuswardojo, dalam keterangannya di Purwakarta, Selasa, menyampaikan permohonan maaf kepada pelanggan yang terdampak atas terganggunya perjalanan kereta.
Ia menegaskan, pihak KAI Daop 2 Bandung turut prihatin atas kejadian tersebut dan berharap seluruh pihak yang terdampak diberikan kekuatan serta penanganan terbaik.
Saat ini, KAI bersama pihak terkait sedang berupaya melakukan langkah-langkah pemulihan operasional. Proses tersebut dijalankan dengan tetap mengutamakan aspek keselamatan penumpang.
Dari hasil pemantauan operasional di wilayah Daop 2 Bandung, terdapat beberapa perjalanan KA Parahyangan yang tidak dapat berjalan sesuai jadwal akibat insiden tersebut.
Pada Senin (27/5), perjalanan KA Parahyangan (139) relasi Bandung-Gambir sempat tertahan di Stasiun Karawang. Akibat kondisi di Bekasi Timur, perjalanan dari Karawang menuju Gambir terpaksa dibatalkan.
Hal serupa juga dialami KA Parahyangan (140) relasi Gambir-Bandung yang seharusnya berangkat Senin (27/5) pukul 23.05 WIB dari Stasiun Gambir. Perjalanan sebagian lintas Gambir-Karawang dibatalkan menyesuaikan kondisi operasional di lapangan.
Selain itu, pada Selasa (28/5), perjalanan KA Parahyangan (137) relasi Bandung-Gambir dan KA Parahyangan (138) relasi Gambir-Bandung juga dibatalkan.
“KAI Daop 2 Bandung menyampaikan turut berduka cita atas insiden operasional yang terjadi di wilayah Bekasi Timur. Kami juga memohon maaf sebesar-besarnya kepada semua pihak yang terdampak, termasuk juga pelanggan KA Parahyangan yang ikut mengalami gangguan perjalanan akibat kejadian ini. Saat ini kami terus berkoordinasi dengan Daop 1 Jakarta untuk memastikan penanganan pelanggan berjalan optimal,” kata Kuswardojo.