JAKARTA – Rumah Sakit (RS) Polri Kramat Jati, Jakarta Timur, hingga Selasa (28/4) siang masih melakukan proses identifikasi terhadap 10 kantong jenazah korban kecelakaan maut antara KRL Commuter Line dan kereta jarak jauh di Stasiun Bekasi Timur, Kota Bekasi.
“Betul, ada 10 kantong jenazah yang kami terima di RS Polri,” kata Kepala RS Polri Kramat Jati, Brigjen Pol. Prima Heru Yulihartono saat dihubungi ANTARA di Jakarta, Selasa.
Tim forensik RS Polri kini bekerja meneliti setiap jenazah untuk memastikan identitas korban. Proses ini dilakukan agar tidak terjadi kesalahan sebelum jenazah diserahkan kepada keluarga masing-masing.
“Kantong-kantong jenazah yang kami terima sedang diidentifikasi,” ujar Prima.
Ia menjelaskan, jenazah mulai tiba di RS Polri pada Selasa dini hari sekitar pukul 03.00 WIB. Sejak saat itu, tim langsung melakukan pemeriksaan secara intensif.
Meski demikian, hingga siang hari proses identifikasi belum selesai. Tim Disaster Victim Identification (DVI) masih mencocokkan data ante mortem dan post mortem agar identitas korban bisa dipastikan dengan benar.
Prima menambahkan, pihaknya belum bisa menyampaikan detail identitas maupun jumlah korban yang sudah dikenali. Menurutnya, seluruh tahapan pemeriksaan membutuhkan waktu dan ketelitian tinggi.
RS Polri juga meminta keluarga yang merasa kehilangan anggota keluarganya agar menunggu hasil resmi dari tim DVI. Hal ini penting untuk menghindari kesalahan dalam proses pengenalan jenazah.
Sementara itu, PT Kereta Api Indonesia (Persero) melaporkan jumlah korban meninggal akibat tabrakan tersebut bertambah menjadi 14 orang. Insiden terjadi pada Senin (27/4) malam di Stasiun Bekasi Timur, Jawa Barat.
Direktur Utama KAI Bobby Rasyidin menyebutkan, berdasarkan data terbaru hingga pukul 08.45 WIB, tercatat 14 orang meninggal dunia.
Korban yang meninggal dunia seluruhnya dibawa ke RS Polri Kramat Jati untuk proses identifikasi lebih lanjut. Sedangkan 84 korban luka telah mendapatkan perawatan medis di sejumlah rumah sakit dan fasilitas kesehatan.
Korban yang meninggal dunia seluruhnya dibawa ke RS Polri Kramat Jati untuk proses identifikasi lebih lanjut. Sedangkan 84 korban luka telah mendapatkan perawatan medis di sejumlah rumah sakit dan fasilitas kesehatan. **