Biar Aman, Begini Cara Mudik Nyaman dengan Motor Listrik

MOTOR listrik bisa digunakan mudik, asal tahu tipsnya. (Foto/Ist)
750 x 100 AD PLACEMENT

JAKARTA – Mudik pakai motor listrik? Kedengarannya keren, tapi jangan asal berangkat tanpa persiapan. Pakar otomotif dari Institut Teknologi Bandung, Yannes Martinus Pasaribu, mengingatkan kalau perjalanan jauh dengan motor listrik butuh strategi khusus biar tetap aman dan nyaman.

Menurut Yannes, ada beberapa hal penting yang wajib diperhatikan: mulai dari rute perjalanan, manajemen daya baterai, sampai kondisi fisik pengendara.

“Jika kita ingin mencoba mengendarai sepeda motor listrik untuk mudik, ini jelas bakal menghadirkan tantangan tersendiri, persiapan yang matang sebelum berangkat tentu menjadi kunci untuk perjalanan yang nyaman minim kendala,” kata dia ketika dihubungi dari Jakarta, Rabu (18/3).

Hal pertama yang harus dipahami adalah jenis baterai motor listrik yang dipakai. Kalau motornya pakai sistem battery swap, pemudik harus tahu lokasi stasiun penukaran baterai di sepanjang rute. Kalau titik penukaran nggak jelas, lebih baik hindari, karena bisa bikin ribet di tengah jalan.

Sementara untuk motor listrik dengan sistem charging, waktu isi daya jadi hal krusial. Yannes mengingatkan kalau jarak tempuh riil biasanya 20–30 persen lebih pendek dari klaim pabrikan. Jadi, bawa charger portable plus adaptor yang sesuai biar lebih aman.

Selain itu, gaya berkendara juga berpengaruh besar ke efisiensi baterai.

“Demi efisiensi baterai, hindari berkendara dengan throttle penuh terus-menerus, karena dapat memicu limp mode akibat overheat,” jelas Yannes.

Kalau throttle dipaksa terus, motor bisa panas berlebih dan masuk ke mode perlindungan alias limp mode. Efeknya, tenaga motor drop, kecepatan terbatas, dan respons throttle melambat. Kalau sudah begitu, sebaiknya menepi dulu dan biarkan motor mendingin.

Pengendara juga bisa memanfaatkan fitur regenerative braking kalau tersedia. Fitur ini membantu memperpanjang jarak tempuh baterai dengan mengubah energi pengereman jadi daya tambahan.

Yannes juga mengingatkan soal kondisi jalan, terutama saat hujan. Meski motor listrik punya standar ketahanan air, tetap jangan nekat nerabas genangan tinggi.

“Penting juga kita mewaspadai kondisi basah, meski motor memiliki rating tahan air IP67, dengan menghindari menerabas genangan tinggi yang bisa merendam controller atau konektor baterai sepeda motor kita,” ujar dia.

Di luar urusan teknis, keselamatan tetap nomor satu. Persiapan kendaraan harus dilakukan jauh sebelum berangkat, lengkap dengan rute cadangan dan waktu ekstra untuk antisipasi macet atau antrean charging.

“Terlepas dari jenis kendaraan yang kita gunakan, prinsip keselamatan tetap menjadi yang utama. Kondisi fisik pengemudi sama pentingnya dengan kondisi kendaraan, memastikan istirahat yang cukup sebelum dan selama perjalanan adalah investasi keselamatan yang tak ternilai,” kata Yannes.

Jadi, kalau mau mudik pakai motor listrik, jangan cuma mikirin gaya. Persiapan matang adalah kunci biar perjalanan tetap lancar, aman, dan sampai kampung halaman dengan senyum lebar.

750 x 100 AD PLACEMENT
Anda mungkin juga menyukainya
930 x 180 AD PLACEMENT

Beritanya Orang Bandung

Menu