BANDUNG – Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung kini memperketat pengawasan kebersihan di kawasan yang menjadi pusat aktivitas pedagang kaki lima (PKL). Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan menegaskan tidak akan segan menutup lokasi berdagang jika para pedagang kedapatan meninggalkan sampah setelah berjualan.
Farhan menjelaskan, saat ini Kota Bandung sedang menghadapi lonjakan timbulan sampah yang cukup besar. Volume sampah meningkat hingga 20 persen, terutama akibat aktivitas belanja masyarakat dan bertambahnya kegiatan PKL di sejumlah titik.
“Sekarang kami sedang melakukan rekayasa pengangkutan sampah, karena kondisinya memang sedang cukup kerepotan. Timbulan sampah meningkat sampai 20 persen, terutama dari aktivitas belanja dan titik-titik PKL,” kata Farhan, di Kantor Disparbud Jawa Barat, Senin 16 Maret 2026.
Ia menyebut beberapa kawasan yang menjadi perhatian khusus Pemkot Bandung, di antaranya Dalemkaum, Alun-alun Bandung, Ujungberung, Trunojoyo, area sekitar Taman Pramuka (Citarum), hingga Monumen Perjuangan Rakyat Jawa Barat.
Di lokasi-lokasi tersebut, Farhan meminta koordinator PKL memastikan kebersihan tetap terjaga setelah aktivitas berdagang selesai.
“Kalau setelah berdagang masih ditemukan banyak sampah, maka besoknya saya tutup. Tidak boleh ada yang dagang lagi di situ,” tegasnya.
Farhan menekankan, koordinator PKL harus bertanggung jawab mengatur pedagang agar tidak menimbulkan sampah berserakan. Ia menegaskan, kebersihan menjadi syarat utama agar aktivitas ekonomi masyarakat tetap berjalan lancar.
“Koordinator PKL harus berkoordinasi. Tidak boleh ada tebaran sampah. Kalau habis dagang masih banyak sampah, saya sikat. Tidak boleh dagang lagi di situ,” tuturnya. **