JAKARTA – Mudik memang identik dengan bawa banyak barang, tapi jangan sampai mobil jadi kayak truk pindahan. Pakar keselamatan berkendara dari Safety Defensive Consultant Indonesia (SDCI), Sony Susmana, kasih warning buat para pemudik: jangan asal pasang roof box di mobil kalau nggak benar-benar perlu.
“Roof box jangan jadi ikut-ikutan deh, karena itu sebenarnya ruang tambahan jika di bagasi tidak muat. Kita asumsikan mudik itu bukan seperti pindahan, jadi bawa barang secukupnya aja,” kata Sony Susmana di Jakarta, seperti dikutip dari ANTARA, Selasa (10/3).
Sony menambahkan, kalau memang terpaksa pakai roof box, isinya jangan barang berat. Lebih aman kalau diisi barang-barang ringan aja.
Kenapa? Karena kalau barang yang ditaruh di atas terlalu berat, mobil bisa gampang oleng pas lagi belok.
“Kalau memang kebutuhannya harus ada roof box, isi dengan barang-barang yang ringan supaya tidak mengganggu keseimbangan kendaraan. Konsekwensi lainnya kecepatan kendaraan dibatasi tidak lebih dari 80km per jam terutama di jalan tol yang banyak angin atau di jalan provinsi yang banyak ranting,” ujar dia.
Selain bikin mobil lebih berisiko, roof box juga punya efek lain yang nggak kalah penting: bikin boros bensin.
Pasalnya, roof box mengubah aerodinamika mobil. Hambatan angin jadi lebih besar, dan mesin harus kerja ekstra buat melawan tekanan itu.
Kalau mesin kerja lebih keras, otomatis konsumsi bahan bakar naik. Sony bilang, penggunaan roof box bisa bikin mobil boros sekitar 5 sampai 15 persen. **