JAKARTA – Kalau ngomongin mudik, hal paling krusial bukan cuma isi bensin atau siapin camilan di mobil. Ada satu komponen yang jadi penentu keselamatan: rem! Yup, kondisi rem wajib dicek sebelum berangkat, karena nyawa pengemudi dan penumpang bergantung banget sama performa rem.
Asisten Kepala Layanan Departemen Purnajual PT Suzuki Indomobil Sales (SIS), Hariadi, ngasih reminder penting. Katanya, rem yang optimal itu super dibutuhkan apalagi kalau mobil lagi bawa beban penuh.
“Sejauh ini di Kota Bandung tidak ada kelangkaan BBM. Yang terjadi di beberapa daerah itu lebih karena panic buying bukan karena stoknya habis,” kata Zico, Senin (9/3).
Hariadi mengimbau pemilik kendaraan untuk ngecek mobil secara menyeluruh biar pengereman tetap responsif di segala kondisi jalan.
Biar perjalanan mudik makin aman, kampas rem harus jadi perhatian utama. Kalau ketebalannya udah tipis banget, jangan nunggu rusak parah, langsung ganti aja. Selain itu, cek juga permukaan piringan cakram (disc brake). Kalau permukaannya nggak rata atau warped, bisa bikin setir bergetar pas ngerem.
Nggak cuma rem depan, rem tromol di roda belakang juga harus dicek. Penyetelan ulang celah sepatu rem penting supaya rem tangan tetap pakem, terutama kalau mobil harus berhenti di tanjakan. Jangan lupa, pastikan piston di kaliper rem bisa bergerak bebas dengan pelumasan khusus.
Minyak rem punya peran vital karena jadi penghubung tekanan dari pedal ke roda. Karena sifatnya higroskopis (mudah nyerap uap air), minyak rem bisa menurun kualitasnya dan bikin korosi. Hariadi ngingetin, pakailah minyak rem sesuai spesifikasi mobil biar segel karet nggak rusak.
Kalau ada udara masuk ke sistem hidraulis, pedal rem bisa jadi lemah. Solusinya, lakukan bleeding rem dengan benar supaya tekanan tetap prima. Jangan lupa cek selang fleksibel, kalau ada retak atau mengembang bisa bikin kebocoran tekanan.
Setelah semua komponen oke, pengemudi juga harus paham teknik pengereman. Di jalan menanjak atau menurun, risiko brake fade alias rem melemah karena panas bisa terjadi. Lebih parah lagi kalau kena vapor lock, minyak rem menguap dan rem jadi nggak berfungsi.
Cara menghindarinya? Kombinasikan rem dengan engine brake biar beban kerja kampas dan cakram berkurang. Kalau mobil udah dilengkapi ABS (Anti-lock Braking System), pastikan sensor kecepatan roda bersih. Fitur lain kayak EBD (Electronic Brake Distribution) dan brake assist juga bantu banget distribusi pengereman, terutama kalau mobil penuh penumpang dan barang.
Kalau tiba-tiba lampu peringatan rem atau simbol ABS nyala di dashboard, jangan panik. Hariadi nyaranin langsung bawa mobil ke bengkel resmi biar teknisi bisa cek sistem komputerisasi rem dengan tepat. **