Garda Revolusi Iran Nyatakan Kesetiaan pada Pemimpin Tertinggi Mojtaba Khamenei

Pemimpin Tertinggi Iran, Mojtaba Khamenei pengganti Ayatollah Ali Khamenei. (Foto/Ist)
750 x 100 AD PLACEMENT

TEHERAN – Garda Revolusi Iran (IRGC) telah menyatakan kesetiaan dan kepatuhan pada Pemimpin Tertinggi Mojtaba Khamenei, RIA Novosti melaporkan pada Senin (9/3).

“IRGC Iran, mendukung pilihan Dewan Ahli yang terhormat, siap menyatakan kesetiaan penuh kepada Mojtaba Khamenei, serta menjaga nilai-nilai Revolusi Islam dan melindungi warisan berharga para imam revolusi — Imam Ruhollah Khomeini dan Imam Ali Khamenei,” kata IRGC dalam pernyataannya, seperti dikutip Islamic Republic of Iran Broadcasting.

Dewan Ahli Iran mengumumkan bahwa Mojtaba Khamenei, 56 tahun, terpilih sebagai pemimpin tertinggi negara itu. Ia adalah putra pemimpin sebelumnya, Ali Khamenei, yang tewas dalam serangan gabungan Amerika Serikat dan Israel pada 28 Februari.

Sebelumnya dikabarkan, dewan tetap bersidang untuk memilih pemimpin baru meski ada ancaman dari Presiden AS Donald Trump.

“Dewan Ahli mengadakan pertemuan meski ada ancaman Trump untuk mengganggunya,” kata Ali Larijani, Sekretaris Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Iran, seperti dikutip stasiun televisi SNN.

 

Mojtaba Khamenei

Iran resmi menunjuk dan menetapkan Mojtaba Khamenei sebagai pemimpin tertinggi Republik Islam Iran menggantikan ayahnya, Ayatollah Ali Khamenei, yang tewas dalam serangan Amerika Serikat dan Israel yang memicu konflik besar di kawasan.

Penunjukan Mojtaba Khamenei diumumkan pada Minggu (8/3/2026) waktu setempat oleh para ulama Iran yang menjadi bagian dari lembaga pemilih pemimpin tertinggi negara tersebut. Ia kini akan memimpin Iran di tengah krisis terbesar sejak berdirinya Republik Islam hampir lima dekade lalu.

Pria berusia 56 tahun itu sebelumnya tidak pernah mencalonkan diri dalam jabatan publik ataupun mengikuti pemilihan umum. Meski begitu, selama puluhan tahun Mojtaba dikenal sebagai sosok berpengaruh di lingkaran dalam kepemimpinan ayahnya dan memiliki hubungan kuat dengan Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC).

Dalam beberapa tahun terakhir, namanya makin sering disebut sebagai kandidat kuat penerus Ali Khamenei.

Pengamat menilai penunjukan Mojtaba dapat menjadi sinyal bahwa kelompok garis keras di dalam struktur kekuasaan Iran masih memegang pengaruh besar. Situasi ini juga diperkirakan membuat peluang negosiasi atau kesepakatan damai dalam waktu dekat menjadi kecil, terlebih ketika perang telah memasuki pekan kedua.

Al Jazeera menggambarkan Mojtaba Khamenei sebagai sosok yang selama ini bertindak sebagai penjaga gerbang bagi ayahnya. “Ia adalah penjaga gerbang ayahnya. Ia mengadopsi posisi ayahnya terkait Amerika Serikat dan Israel. Jadi kita kemungkinan akan melihat pemimpin yang konfrontatif. Kita tidak mengharapkan adanya moderasi,” tulis Al Jazeera. **

750 x 100 AD PLACEMENT
Anda mungkin juga menyukainya
930 x 180 AD PLACEMENT

Beritanya Orang Bandung

Menu