JAKARTA – Samsung memastikan performa Galaxy S26 dan Galaxy S26+ nggak kalah nendang dibanding Galaxy S26 Ultra, meskipun dapur pacunya beda chip. Jadi, jangan buru-buru meremehkan varian non-Ultra.
Galaxy S26 dan S26+ ditenagai chip Exynos 2600 buatan Samsung sendiri, sementara Galaxy S26 Ultra mengandalkan Snapdragon 8 Elite Gen 5. Perbedaan ini justru jadi bahan perbandingan seru di kalangan pecinta gawai.
Menurut MX Product Marketing Senior Manager Samsung Electronics Indonesia, Ilham Indrawan, chip Exynos 2600 dibangun dengan arsitektur 2 nm. Ini lebih kecil dibanding Snapdragon 8 Elite Gen 5 yang masih di arsitektur 3 nm.
“Chipset ini bahkan bisa menyamakan performance dari Snapdragon 8 Elite Gen 5. Itu baik dalam aspek single-core ataupun bahkan multi-core,” katanya seperti dukutip dari ANTARA.
“Di beberapa skenario bahkan lebih baik gitu ya. Khususnya dalam generating AI-nya. Generating AI-nya juga sangat mumpuni,” ia menambahkan.
Ukuran chip yang lebih kecil berarti transistor lebih rapat. Efeknya? Performa meningkat sekaligus lebih hemat daya. Jadi bukan cuma kencang, tapi juga efisien.
Di media sosial, pengguna gadget sudah mulai membandingkan hasil benchmark. Salah satunya akun X @GadgetsBoy yang menunjukkan perbedaan tipis antara Exynos dan Snapdragon.
Galaxy S26 Ultra dengan Snapdragon 8 Elite Gen 5 mencatat skor single-core 3.670 dan multi-core 10.981. Sementara Galaxy S26+ dengan Exynos 2600 nggak jauh beda, dengan skor single-core 3.105 dan multi-core 10.444.
Secara angka, Snapdragon unggul sekitar 10 persen dibanding Exynos. Tapi dalam pemakaian sehari-hari, perbedaan ini biasanya cuma terasa di hal-hal kecil seperti kecepatan buka aplikasi atau respons navigasi ringan.
Ilham menegaskan, hasil pengujian di berbagai platform benchmark menunjukkan Galaxy S26 dan S26+ tetap bersaing ketat dengan varian Ultra. Jadi, nggak ada kasta yang lebih rendah.
“Jadi kelasnya bukan kelas yang berbeda. Ini kelas yang benar-benar setara dengan Snapdragon 8 Elite Gen 5,” kata Ilham. **