BANDUNG – Sekolah Bisnis dan Manajemen (SBM) ITB baru saja memperkenalkan visi Thought Leadership terbarunya lewat paparan strategis di Kampus ITB Bandung. Langkah ini jadi cara SBM untuk menegaskan posisinya sebagai pemimpin pemikiran di level global sekaligus merespons mandat akreditasi internasional AACSB.
Koordinator Thought Leadership Unit Lembaga Bisnis Berkelanjutan SBM ITB, Dedy Sushandoyo, Ph.D., mengajak semua pihak untuk refleksi. “Kita harus mempertanyakan kembali: Apakah betul SBM adalah seorang pemimpin (leader)? Di bidang apa? Siapa yang menganggap kita pemimpin? Dan apakah nilai yang kita tawarkan benar-benar berharga bagi para pemangku kepentingan?” ujarnya.
Menurut Dedy, kerangka kerja AACSB bukan sekadar formalitas, tapi alat untuk memperkuat potensi yang sudah lama dipupuk SBM. Thought Leadership jadi cermin untuk memperjelas identitas agar SBM makin menonjol di mata dunia.
Ia juga menekankan pentingnya competitive advantage atau keunggulan kompetitif. Tanpa itu, organisasi akan sulit bertahan. Bagi SBM, keunggulan ini berakar pada misi mendidik pemimpin inovatif, menanamkan pola pikir kewirausahaan, dan menyebarkan ilmu pengetahuan yang berdampak luas.
“SBM lahir dengan DNA inovasi. Kita adalah pionir dalam banyak hal, mulai dari program berbahasa Inggris pertama hingga sekolah bisnis pertama di Indonesia di luar fakultas ekonomi tradisional. Inilah yang diingatkan kembali oleh AACSB: mari kita perkuat apa yang sudah kita mulai,” tambah Dedy.
Salah satu pilar utama Thought Leadership adalah kekuatan intelektual berbasis riset. Dedy menegaskan riset SBM tidak boleh hanya mengulang teori Barat tanpa konteks lokal. Riset harus menjawab persoalan nyata di masyarakat dan bisnis Indonesia agar bisa berbicara lebih banyak di level internasional.
Sebagai fokus utama, SBM memperkenalkan konsep “Entrepreneurial Business”. Semangat kewirausahaan ditempatkan sebagai sifat utama dalam setiap unit bisnis, mencakup keberanian menghadirkan kebaruan, jeli melihat peluang, dan memastikan inovasi memberi manfaat besar bagi perusahaan maupun masyarakat.
Menutup sesi, Dedy mengajak semua pihak berkomitmen pada strategi lima tahun ke depan. Ada tiga tahapan utama: riset mendalam, diseminasi efektif kepada mahasiswa dan industri, serta pengukuran dampak yang akurat. Dengan itu, SBM ITB optimis bisa terus memimpin pemikiran di dunia bisnis internasional.