Hashim Soroti Saham Gorengan, Akan Ada yang Dipecat

Utusan Khusus Presiden untuk Energi dan Lingkungan Hashim Djojohadikusumo. (Foto/ANTARA)
750 x 100 AD PLACEMENT

JAKARTA – Hashim Djojohadikusumo, Utusan Khusus Presiden untuk Energi dan Lingkungan, menyoroti fenomena manipulasi harga saham yang dikenal dengan istilah “saham gorengan”. Hal itu ia sampaikan dalam forum China Conference Southeast Asia 2026 di St Regis Jakarta, Selasa (10/2) malam, yang juga diikuti secara daring.

Dalam sesi tanya jawab, Hashim mengungkapkan keheranannya melihat adanya pihak yang sengaja menaikkan harga saham secara tidak wajar melalui transaksi rekayasa. Praktik ini, menurutnya, menciptakan kesan seolah-olah saham tersebut bernilai tinggi.

“Ada istilah dalam bahasa Indonesia yang disebut menggoreng saham. Itu artinya, memanipulasi harga saham,” katanya dalam forum tersebut.

Hashim menilai praktik ini berbahaya karena membuat saham perusahaan kecil melonjak tajam tanpa didukung kinerja bisnis yang sehat. Hal itu menjadi indikasi penyimpangan yang harus segera ditindak.

“Rupanya, ada saham dengan rasio price to earnings (PE) 167, satu lagi 300, satu lagi 1.200 kali, dan satu lagi 4.000 kali,” ujarnya.

Ia kemudian membandingkan fenomena tersebut dengan perusahaan besar yang memiliki fundamental bisnis kuat, seperti Astra International (ASII). “Bandingkan dengan Astra yang rasio PE-nya sekitar delapan kali. Lalu lihat NVIDIA, yang pasti sudah banyak dikenal. Rasio PE NVIDIA mungkin sekitar 60 kali,” katanya.

Meski menyoroti praktik tidak sehat di pasar modal, Hashim menegaskan bahwa fundamental ekonomi Indonesia secara umum tetap kokoh. Ia menyebut pemerintah optimistis terhadap prospek ke depan.

Hashim juga mengungkapkan bahwa pada pagi hari yang sama ia telah bertemu dengan tiga menteri dan menangkap semangat optimisme dari jajaran pemerintah.

Menurutnya, pemerintah berkomitmen menindak tegas oknum yang terlibat manipulasi saham. Ia memperkirakan sanksi keras akan dijatuhkan, mulai dari pemecatan hingga denda besar bagi pihak yang terbukti melanggar.

“Terus terang, akan ada yang dipecat. Saya pikir bahkan denda, denda yang sangat besar, akan dikenakan. Ini akan memperbaiki,” ujarnya.

Sebagai adik kandung Presiden RI Prabowo Subianto, Hashim menegaskan keyakinannya bahwa langkah pembenahan ini akan memperkuat kepercayaan terhadap pasar modal sekaligus mendukung stabilitas ekonomi nasional. **

750 x 100 AD PLACEMENT
Anda mungkin juga menyukainya
930 x 180 AD PLACEMENT

Beritanya Orang Bandung

Menu