Kolaborasi Pemkab Bandung dan TNI, Jalan Perbatasan Cipelah–Cianjur Diperbaiki

BUPATI Bandung, Dadang Supriatna didampingi Wakil Bupati, Ali Syakieb meninjau kondisi jalan rusak di Desa Cipelah yang sedang diperbaiki. (Foto/Ist)
750 x 100 AD PLACEMENT

RANCABALI – Desa Cipelah di Kecamatan Rancabali, Kabupaten Bandung, selama bertahun-tahun dikenal dengan akses jalan yang rusak dan sulit dilalui. Warga terbiasa melintasi jalur berbatu dan licin itu untuk menuju kebun teh maupun sayuran, meski setiap perjalanan selalu penuh tantangan. Kondisi ini akhirnya mendapat perhatian serius dari pemerintah daerah.

Penderitaan warga akan segera berakhir, Bupati Bandung Dadang Supriatna membuka kegiatan Tentara Manunggal Membangun Desa (TMMD) Reguler ke-127 di Desa Cipelah, Selasa (10/2). Program ini menjadi momentum penting untuk memperbaiki infrastruktur jalan yang selama puluhan tahun menjadi keluhan warga.

Dadang menegaskan, pembangunan jalan beton sepanjang 1,5 kilometer dengan lebar 3 meter dan ketebalan 20 sentimeter menjadi fokus utama TMMD kali ini. Jalan tersebut akan menembus perbatasan Kabupaten Bandung dengan Kabupaten Cianjur, sehingga diharapkan memperlancar distribusi hasil pertanian warga.

“Kami berkolaborasi dengan TNI AD untuk membangun jalan di program TMMD ke-127 tahun 2026 ini juga berdasarkan instruksi Pak Presiden Prabowo dan program strategisnya Pak Kasad (Kepala Staf Angkatan Darat) untuk bisa membantu masyarakat dalam rangka percepatan pertumbuhan ekonomi,” kata Dadang.

Bupati menambahkan, keberpihakan APBD Kabupaten Bandung terhadap masyarakat diwujudkan melalui alokasi anggaran Rp10 miliar untuk TMMD tahun ini. Selain itu, total anggaran pembangunan jalan di Kabupaten Bandung mencapai Rp200–300 miliar, dengan Rp127 miliar dialokasikan pada triwulan pertama.

Warga Desa Cipelah menyambut baik langkah ini. Encep Saepuloh (46) mengaku sejak kecil sudah terbiasa dengan jalan rusak yang menyulitkan pengangkutan hasil tani. “Saya dari kecil juga sudah gini kondisinya. Memang ini jalan buat warga kalau mau ke kebun sayur dan kebun teh. Kondisi jalan rusak gini jadi susah kalau ngangkut hasil tani,” ujarnya.

Hal senada disampaikan Sukmana (67) yang mengingat kerusakan jalan sudah berlangsung sejak 1980-an. “Sebetulnya jalan rusak ini sudah lama, dari sekitar tahun 1980an,” katanya. Ia menambahkan, jalur tersebut sejak dulu menjadi akses utama membawa hasil kebun ke pasar, meski kondisinya sangat sulit.

Kini, harapan warga mulai terwujud. Alat berat didatangkan, personel TNI bersama masyarakat bergotong royong mengerjakan badan jalan. Dandim 0624 Kabupaten Bandung, Letkol Kav Samto Betah, menjelaskan medan pengerjaan cukup berat karena berada di perbukitan dengan permukaan berbatu dan tanah lempung.

“Kondisi jalannya perbukitan. Ini untuk kondisi jalan sasaran fisik yang kita kerjakan dalam TMMD ini kondisi jalan sebagian besar adalah bebatuan dan sedikit tanah lempung,” ucapnya.

Program TMMD dijadwalkan berlangsung selama satu bulan, mulai 10 Februari hingga 11 Maret 2026. Desa Cipelah dipilih karena akses jalannya terbatas, padahal mayoritas warga menggantungkan hidup dari sektor pertanian dan perkebunan.

“Mata pencarian untuk masyarakat di desa ini dominan adalah pertanian, perkebunan, kemudian komoditas lokal serta didukung pekerjaan lain seperti pedagang kecil dan sektor informal,” ungkap Samto.

Selain pembangunan jalan, TMMD juga melaksanakan karya bakti nonfisik seperti penyuluhan, sosialisasi wawasan kebangsaan, penanganan stunting, rehabilitasi rumah tidak layak huni, perbaikan MCK, hingga penanaman pohon. Sebanyak 150 personel TNI dilibatkan dalam kegiatan ini.

“TMMD merupakan kegiatan manunggalnya TNI dengan rakyat. Jatidiri TNI adalah tentara rakyat, tentara pejuang dan tentara nasional,” ujarnya.

Dadang menilai, pembangunan jalan melalui TMMD akan mempercepat pertumbuhan ekonomi di Cipelah dan wilayah sekitarnya. Potensi sumber daya alam yang tinggi di Rancabali akan lebih mudah dimanfaatkan jika akses jalan diperbaiki.

“Maka dengan dibuatkannya jalan ini, tentu ini akan mempercepat pertumbuhan ekonomi yang tentu di Kecamatan Rancabali, terutama di Desa Cipelah ini masih menemukan jalan-jalan yang harus kita dapat perhatikan,” kata Dadang.

Ia menegaskan, TMMD bukan hanya pembangunan fisik, tetapi juga memperkuat rasa kebersamaan dan gotong royong antara TNI, pemerintah, dan masyarakat.

“Kami menempatkan desa sebagai fondasi utama pembangunan daerah. Melalui TMMD, pembangunan tidak hanya bersifat fisik, tetapi juga memperkuat rasa kebersamaan dan gotong royong antara TNI, pemerintah, dan masyarakat,” jelas Dadang.

Sebagai bentuk komitmen nyata, Pemkab Bandung mengalokasikan Rp10 miliar melalui APBD 2026 untuk mendukung pelaksanaan TMMD di sembilan desa, termasuk Cipelah.

“Sebagai bentuk komitmen nyata Pemerintah Kabupaten Bandung pada tahun anggaran 2026, mengalokasikan anggaran sebesar 10 miliar rupiah melalui APBD untuk mendukung kegiatan TMMD dan karya bakti TNI yang dilaksanakan di sembilan desa lokus,” pungkasnya. **

750 x 100 AD PLACEMENT
Anda mungkin juga menyukainya
930 x 180 AD PLACEMENT

Beritanya Orang Bandung

Menu