Wali Kota Bandung Bawa Tujuh Camat Belajar Pengolahan Sampah ke Banyumas

PENGOLAHAN sampah di TPST dan RDF Center Sokaraja, Kabupaten Banyumas. (Foto: Humas Pemkot Bandung)
750 x 100 AD PLACEMENT

BANYUMAS – Tujuh camat dari Kota Bandung melakukan kunjungan kerja ke Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) dan RDF Center Sokaraja, Kabupaten Banyumas, pada Selasa (3/2). Kunjungan ini bertujuan untuk mempelajari bagaimana pengelolaan sampah berbasis teknologi dan ramah lingkungan diterapkan secara nyata.

Rombongan dipimpin oleh Camat Ujungberung sekaligus Ketua Paguyuban Camat Kota Bandung, Abriwansyah Fitri, bersama camat dari Coblong, Astanaanyar, Gedebage, Bandung Kulon, Bandung Kidul, dan Regol.

Dalam kesempatan tersebut, Abriwansyah menilai Banyumas telah berhasil mengelola sampah secara menyeluruh, mulai dari tahap pemilahan hingga pemanfaatan akhir. “Setelah kami lihat langsung, prosesnya benar-benar terukur dan teruji. Semua sampah diolah, tidak ada yang terbuang,” katanya.

Ia menjelaskan, sistem pengelolaan di TPST RDF Center Sokaraja dimulai dari pemisahan sampah organik, anorganik, dan residu. Ketiganya memiliki jalur pengolahan masing-masing yang saling terintegrasi.

“Sampah organik menjadi pupuk, anorganik diolah menjadi produk dan RDF sebagai bahan bakar alternatif, sementara residu tetap diproses,” ujarnya.

Meski demikian, Abriwansyah menekankan bahwa penerapan sistem Banyumas tidak bisa disamakan sepenuhnya dengan Kota Bandung. Perbedaan kultur masyarakat dan volume sampah harian menjadi faktor pembeda.

“Yang kita ambil adalah proses dan pola kerjanya, bukan menyalin mentah-mentah,” katanya.

Menurutnya, Bandung memiliki keunggulan tersendiri melalui program Gaslah (Petugas Pemilah dan Pengolah Sampah) yang berfokus pada perubahan perilaku masyarakat dari sumber sampah.

“Gaslah menjadi pembeda Bandung. Petugas turun langsung ke rumah warga untuk mengedukasi dan membangun kebiasaan memilah sampah,” jelasnya.

Saat ini, Paguyuban Camat terus mendorong percepatan pembentukan dan pendataan petugas Gaslah di tingkat kelurahan. Target yang ditetapkan Wali Kota Bandung adalah sebanyak 1.596 petugas.

“Kami terus mengingatkan wilayah yang masih belum memenuhi target. Ini proses yang harus konsisten,” ujarnya.

Abriwansyah berharap, pembelajaran dari Banyumas dapat memperkuat sinergi antar camat dalam mempercepat pengelolaan sampah berkelanjutan di Kota Bandung. Dengan adanya kolaborasi dan inovasi, ia optimistis Bandung mampu meningkatkan kualitas tata kelola sampah sekaligus membangun budaya baru di masyarakat. **

750 x 100 AD PLACEMENT
Anda mungkin juga menyukainya
930 x 180 AD PLACEMENT

Beritanya Orang Bandung

Menu