Sumpah Pemuda dan Visi Indonesia Emas

750 x 100 AD PLACEMENT

Oleh: Susanto Triyogo Adiputro

Anggota DPRD Kota Bandung

Tak dapat dimungkiri bahwa dalam perjalanan bangsa ini kaum muda selalu memainkan peran penting. Kontribusi konkret kaum muda dapat kita lihat saat negeri ini menuju proses kemerdekaan, ketika proklamasi kemerdekaan hingga hari ini kaum muda terus memainkan perannya sebagai aktor perubahan. Tanggal 28 Oktober 1928 menjadi catatan bersejarah bagi perjalanan bangsa Indonesia di mana sekelompok pemuda dari berbagai latar belakang daerah, suku, dan agama mengikrarkan diri bahwa tumpah darah, bangsa, dan bahasa persatuan adalah Indonesia. Ikrar yang dikenal sebagai “Sumpah Pemuda” ini berangkat dari keinginan sekelompok anak muda untuk bangkit dan melepaskan diri dari ketertindasan.

Sumpah Pemuda merupakan tonggak awal persatuan Indonesia sebelum meraih kemerdekaan. Karena itulah, setiap tanggal 28 Oktober diperingatai Hari Sumpah Pemuda untuk mengenang peran dan kontribusi pemuda dalam membangun bangsa tercinta ini. Pada peringatan Hari Sumpah Pemuda tahun ini Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) mengusung tema “Maju Bersama Indonesia Raya”. Tema ini menggambarkan bahwa kaum muda dituntut untuk terus bersinergi dan berkolaborasi karena hal itu menjadi kunci untuk memajukan bangsa Indonesia.

Tantangan Pemerintahan Baru

Di tengah kemajuan teknologi digital dengan segala tantangannya, maka pemuda Indonesia menjadi tumpuan harapan bangsa ini, khususnya dalam proses menuju “Indonesia Emas 2045” mendatang. Beberapa tahun ke depan Indonesia diprediksi akan memasuki puncak bonus demografi yang ditengarai akan membawa Indonesia menjadi salah satu keuatan ekonomi dunia. Bonus demografi ini akan menjadi berkah bagi Indonesia bila bangsa ini mampu memanfaatkan segala potensi yang ada. Sebaliknya, akan menjadi bencana jika kita tidak mempersiapkannya dengan baik.

Bonus demografi merupakan fenomena yang hanya terjadi sekali dalam perjalanan sejarah suatu bangsa. Hal ini menjadi tantangan sekaligus ujian bagi pemerintahan Prabowo-Gibran untuk menyiapkan generasi muda yang memiliki SDM unggul menuju Indonesia Emas 1945 nanti. Tanpa persiapan yang matang, maka bonus demografi hanya akan menjadi musibah bagi bangsa Indonesia.

Bonus demografi menjadi poin sentral dalam upaya pencapaian visi Indonesia Emas 2045, yaitu mewujudkan cita-cita Indonesia menjadi negara maju, berdaulat, dan sejahtera. Karena itu, kontribusi pemuda saat ini sangat strategis dalam upaya menaikkan Indonesia ke level negara maju. Saat ini adalah eranya anak muda memimpin dan menjadi aktor penggerak dalam pelbagai bidang, mulai politik, ekonomi, pendidikan, budaya, hingga bidang sosial-keagamaan.

Keberhasilan pemanfaatan bonus demografi ini tidak terlepas dari pengembangan potensi generasi muda Indonesia. Dalam konteks ini, ada beberapa poin yang perlu dilakukan. Pertama, peningkatan kualitas pendidikan. Perbaikan kualitas pendidikan menjadi kunci utama bagi kemajuan sebuah bangsa. Karenanya, pemerintahan baru Prabowo-Gibran menjadi pihak yang paling bertanggung jawab dalam hal membenahi sektor pendidikan. Sebab kalau tidak, Indonesia akan memasuki era kolonialisme baru dari bangsa lain yang kualitas pendidikannya lebih maju.

 Pendidikan yang berkualitas dapat diberikan sejak dini kepada generasi muda sehingga mereka dapat berkontribusi dan mampu memanfaatkan sebaik mungkin bonus demografi. Berkaitan dengan pentingnya pendidikan ini, Hafid Abbas (2019) menegaskan, jika Indonesia menganggap pendidikan sebagai persoalan hidup matinya bangsa ini di masa depan, maka sudah waktunya bangsa ini membenahi pendidikan secara sungguh-sungguh pada semua dimensi persoalan pendidikan.

Kedua, kepemimpinan kaum muda. Kaum muda adalah generasi yang akan memegang masa depan Indonesia. Di tangan merekalah nasib bangsa ini dititipkan. Mereka memang tidak memliki pengalaman masa lalu, tetapi mereka memiliki ide birilian untuk masa depan Indonesia yang lebih baik. Sebagai generasi penerus bangsa, kaum muda perlu terus mengembangkan kualitas kepemimpinannya. Mereka perlu menyiapkan diri sebaik mungkin agar kepemimpinannya menuju Indonesia Emas 2045 benar-benar memberikan berkah bagi Indonesia. Kaum muda perlu menghadirkan kepemimpinan strategis yang proaktfi dan inovatif untuk menghadapi pelbagai tantangan ke depan.

Ketiga, mengembangkan jiwa kewirausahaan kaum muda.  Sejak dini semangat berwirausaha harus ditanamkan dalam diri generasi muda. Dengan inilah pemuda dapat menciptakan lapangan pekerjaan dan meningkatkan pertumbuhan ekonomi. Menciptakan wirausaha muda merupakan agenda penting mengingat hingga saat ini jumlah wirausaha kita masih kalah dengan negara-negara tetangga. Kementerian Koperasi dan UKM (Kemenkop UKM) menyatakan untuk menjadi negara maju, maka Indonesia harus mencapai rasio kewirausahaan di angka 12%.

Tentu, untuk mewujudkan ketiga poin di atas dibutuhkan peran semua pihak terutama pemerintah. Pemerintahan Prabowo-Gibran merupakan pihak yang paling bertanggung jawab untuk memperbaiki kualitas pendidikan generasi muda, mencetak lebih banyak wirausaha muda, serta mendorong peningkatan partisipasi dan kepemimpinan kaum muda. Jika ini dapat digarap secara serius oleh pemerintahan baru Prabowo-Gibran, maka penulis sangat optimis Indonesia Emas 2045 bisa terwujud.

750 x 100 AD PLACEMENT
Anda mungkin juga menyukainya
930 x 180 AD PLACEMENT

Beritanya Orang Bandung

Menu