Andri Rusmana: Jangan Sampai Pembangunan BRT Korbankan Aktivitas Warga

ANGGOTA DPRD Kota Bandung dari Fraksi PKS, Andri Rusmana. (Foto/Ist)
750 x 100 AD PLACEMENT

BANDUNG – Proyek pembangunan halte Bus Rapid Transit (BRT) Bandung Raya kini menjadi sorotan publik. Sejumlah warga mengeluhkan kemacetan yang terjadi di lapangan, terutama di kawasan Jalan Jakarta, akibat pengerjaan proyek tersebut.

Keluhan masyarakat itu turut mendapat perhatian dari kalangan legislatif. Anggota DPRD Kota Bandung, Andri Rusmana, menegaskan bahwa pembangunan BRT maupun penataan trotoar jangan sampai mengorbankan aktivitas harian warga.

Menurut Andri, proyek ini memang penting untuk memperbaiki transportasi publik dan ruang kota Bandung. Namun, ia mengingatkan agar pelaksanaannya tetap memperhatikan kenyamanan masyarakat.

“Pembangunan BRT dan penataan trotoar merupakan bagian penting dari upaya memperbaiki transportasi publik dan ruang kota Bandung. Namun demikian, pembangunannya jangan sampai mengorbankan aktivitas dan mobilitas masyarakat secara berlebihan,” kata Andri, Minggu (23/8/2026).

Andri mendesak agar Pemkot Bandung bersama pelaksana proyek menyiapkan perhatian serius karena pengerjaan BRT telah menimbulkan kemacetan. Ia mendorong adanya manajemen rekayasa lalu lintas, pengaturan waktu pekerjaan, serta percepatan penyelesaian di titik-titik yang paling berdampak.

“Kemacetan yang terjadi di sejumlah ruas akibat pengerjaan proyek pembangunan BRT secara bersamaan harus menjadi perhatian serius,” ujarnya.

Menurutnya, kemacetan paling sering terjadi pada jam berangkat dan pulang sekolah. Hal ini harus menjadi pertimbangan dalam pengaturan waktu pengerjaan proyek agar tidak menambah beban lalu lintas.

“Selama proses pembangunan, hak masyarakat untuk tetap dapat beraktivitas dengan aman, nyaman, dan lancar juga harus dijaga. Jangan sampai niat baik membangun kota justru menimbulkan beban yang berkepanjangan bagi masyarakat,” tegasnya.

Oleh karena itu, percepatan penyelesaian di titik-titik yang paling berdampak terhadap kemacetan sangat diperlukan.

“Pembangunan harus terukur, terkoordinasi, dan yang paling penting masyarakat harus merasakan bahwa ketidaknyamanan hari ini benar-benar sebanding dengan manfaat yang akan mereka dapatkan nanti,” pungkasnya. **

750 x 100 AD PLACEMENT
Anda mungkin juga menyukainya
930 x 180 AD PLACEMENT

Beritanya Orang Bandung

Menu