Disdik Kota Bandung Gencarkan Sosialisasi SPMB, Warga Diminta Siapkan Dokumen Sejak Dini

SPMB 2026/2027. (Foto/Ist)
750 x 100 AD PLACEMENT

BANDUNG – Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Bandung semakin aktif menyosialisasikan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB). Salah satunya lewat talkshow di Radio Sonata pada Selasa (7/4/2026). Dalam acara itu, Sekretaris Disdik Kota Bandung, Edy Suparjoto, mengingatkan masyarakat agar tidak menunda persiapan administrasi.

Edy menuturkan, orang tua masih memiliki waktu sekitar satu bulan untuk memahami aturan dan menyiapkan kebutuhan pendaftaran. Ia menekankan pentingnya memastikan dokumen utama seperti Kartu Keluarga, akta kelahiran, dan KTP orang tua sudah valid serta diperbarui.

“Persyaratan utama itu harus disiapkan dari sekarang. Jika ada yang belum diperbarui, segera diperbarui agar tidak menghambat proses pendaftaran,” ujarnya.

Selain dokumen, Edy mengingatkan masyarakat agar memahami regulasi, tahapan, dan prosedur SPMB secara menyeluruh. Informasi resmi bisa diakses melalui website maupun media sosial Disdik Kota Bandung yang menyediakan panduan lengkap serta tutorial teknis.

Ia menambahkan, bagi orang tua yang masih bingung, sekolah negeri terdekat akan menyiapkan pendampingan melalui operator sekolah. Disdik juga membuka layanan bantuan (help desk) selama 24 jam untuk menjawab pertanyaan masyarakat.

Edy mengingatkan agar masyarakat tidak mudah percaya pada pihak yang menawarkan bantuan dengan imbalan. Ia menegaskan, proses SPMB dilakukan secara transparan, objektif, dan berbasis sistem.

“Tidak ada praktik titip-menitip atau jalur tidak resmi. Semua proses dilakukan melalui sistem yang dapat dipantau secara terbuka. Jika ada hal yang dirasa merugikan, masyarakat dapat langsung melapor dan akan segera ditindaklanjuti,” tegasnya.

Ia juga mengimbau orang tua agar cermat memilih jalur pendaftaran sesuai kondisi masing-masing. Menurutnya, pemahaman terhadap jadwal dan mekanisme menjadi kunci agar tidak terjadi kesalahan.

Di sisi lain, Edy menyoroti meningkatnya minat masyarakat terhadap pendidikan non-formal seperti homeschooling. Ia menilai tren tersebut sebagai hal positif, asalkan kualitas pendidikan tetap diperhatikan.

Sebagai penutup, Edy menegaskan komitmen Pemerintah Kota Bandung untuk memastikan seluruh anak usia sekolah tetap mendapatkan akses pendidikan.

“Tidak boleh ada anak usia sekolah yang tidak bersekolah, baik di jalur formal, non-formal, maupun swasta. Semua akan kami layani,” pungkasnya. **

750 x 100 AD PLACEMENT
Anda mungkin juga menyukainya
930 x 180 AD PLACEMENT

Beritanya Orang Bandung

Menu