BANDUNG – Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung mengambil langkah cepat untuk mengurangi risiko kecelakaan akibat proyek infrastruktur yang belum tertangani dengan baik. Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan, memastikan pengamanan di ratusan titik bekas galian jalan segera dilakukan meski berpotensi menambah kepadatan lalu lintas dalam waktu dekat.
Farhan menjelaskan, selain melakukan perbaikan dan mempercantik 17 ruas jalan, Pemkot juga memberi perhatian khusus pada proyek Infrastruktur Pasif Telekomunikasi (IPT) yang dikerjakan sejumlah pihak, termasuk PT BII dan asosiasi penyelenggara jaringan.
“Tanpa koordinasi yang baik, pekerjaan ini terbukti menimbulkan kecelakaan. Ini tidak bisa dianggap remeh,” tegas Farhan di Balai Kota Bandung, Rabu (1/4).
Sebagai langkah nyata, Pemkot Bandung akan menempatkan marka pengamanan di titik-titik rawan, terutama di lokasi bekas galian yang bisa membahayakan pengendara. Farhan menyebut jumlah titik galian yang harus diamankan mencapai ratusan di seluruh wilayah kota.
Ia juga menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat atas kemungkinan kemacetan yang muncul selama proses pengamanan berlangsung.
“Saya mohon maaf kepada warga karena beberapa titik pasti akan terasa lebih padat. Tapi ini demi keselamatan bersama,” ujarnya.
Farhan menegaskan, proyek infrastruktur tetap berjalan. Namun, sebelum pekerjaan dilanjutkan, seluruh galian yang berbahaya harus diamankan terlebih dahulu dengan standar pengamanan yang lebih ketat.
Pengamanan ini akan dikoordinasikan oleh Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) dengan dukungan dari Dinas Perhubungan (Dishub), Satpol PP, serta aparat kewilayahan di tingkat kecamatan dan kelurahan.
“Pengamanan harus selesai hari ini. Untuk keseluruhan pekerjaan, kami targetkan rampung paling lambat Juni,” katanya.
Terkait proyek lain seperti Bandung Rapid Transit (BRT), Farhan menegaskan fokus utama saat ini masih pada pengamanan infrastruktur telekomunikasi. Evaluasi terhadap rencana proyek lanjutan akan dilakukan setelah pengajuan resmi dari pihak BRT diterima.
“Saya belum melihat tambahan rencana mereka berikutnya. Nanti kalau sudah ada pengajuan untuk rencana baru, kita akan pelajari untuk memberikan izinnya lagi atau tidak,” tuturnya. **