BANDUNG – Komisi IV DPRD Jawa Barat menyoroti kapasitas hunian Apartemen Transit Rancaekek yang dinilai masih terbatas, padahal minat masyarakat untuk menempatinya cukup tinggi. Anggota Komisi IV DPRD Jabar, Prasetyawati, menyebut permintaan sewa apartemen transit ini terus meningkat, namun jumlah unit yang tersedia belum mampu memenuhi kebutuhan.
“Ke depan diharapkan kawasan tersebut dapat dikembangkan atau ditambah agar lebih banyak masyarakat yang dapat memanfaatkannya,” kata Prasetyawati usai monitoring pengelolaan Apartemen Transit Rancaekek, Selasa (10/3).
Selain soal kapasitas, DPRD juga mendorong adanya tambahan fasilitas penunjang agar pengelolaan apartemen lebih produktif. Salah satunya dengan menyediakan ruang serbaguna atau aula yang bisa dipakai warga sekaligus disewakan untuk kegiatan.
“Fasilitas seperti ruang serbaguna dapat dimanfaatkan oleh masyarakat sekaligus disewakan. Sehingga bisa menambah pemasukan untuk mendukung biaya operasional apartemen transit tersebut,” ucapnya.
Prasetyawati menilai regulasi pengelolaan apartemen transit milik pemerintah daerah masih lemah. Saat ini belum ada aturan khusus yang mengatur hunian jenis tersebut.
Karena itu, DPRD Jabar mendorong evaluasi regulasi sekaligus membuka peluang penyusunan Peraturan Daerah (Perda) inisiatif agar pengelolaan apartemen transit bisa lebih optimal.
Meski ada beberapa hal yang perlu diperbaiki, pengelolaan Apartemen Transit Rancaekek dinilai sudah berjalan cukup baik. Pengelola disebut berusaha menjaga kondisi hunian agar tetap layak dan nyaman.
“Kalau dilihat khusus di apartemen transit ini, sebenarnya pengelolaannya sudah cukup baik. Pengelola juga sudah berusaha agar hunian ini dapat terlihat seperti apartemen yang dikelola dengan baik,” ujar Prasetyawati mengakhiri. **