SOREANG – Bupati Bandung, Dadang Supriatna (Kang DS) bersama Wakil Gubernur Jawa Barat, Erwan Setiawan mendampingi kunjungan kerja Wakil Presiden Republik Indonesia, Gibran Rakabuming Raka ke SMP Al-Muthahari, Kecamatan Rancaekek, serta Pondok Pesantren Daarul Arqom, Kecamatan Pacet, Rabu (4/3).
Agebda kunjungan tersebut difokuskan pada penguatan literasi kecerdasan artifisial (Artificial Intelligence/AI) bagi pelajar dan santri di Kabupaten Bandung.
Di SMP Al-Muthahari, Gibran berdialog langsung dengan siswa dan guru mengenai pemanfaatan AI dalam kegiatan belajar. Ia menekankan bahwa teknologi ini penting sebagai alat bantu pembelajaran, namun tetap harus digunakan secara bijak.
“AI ini penting untuk menunjang kegiatan belajar mengajar, tetapi tetap ada aturan main dan etika yang harus diperhatikan. Jangan sampai anak-anak ketergantungan AI sehingga menghilangkan kemampuan berpikir kritis (critical thinking),” ujar Gibran.
Selain itu, Gibran mengingatkan masyarakat agar waspada terhadap potensi penyalahgunaan AI, termasuk modus penipuan berbasis rekayasa suara (voice cloning) yang bisa menirukan suara seseorang untuk meminta uang.
Ia menekankan peran guru dan orang tua sangat krusial dalam membimbing anak-anak agar menggunakan AI secara bertanggung jawab.
Kunjungan berlanjut ke Pondok Pesantren Darul Arqom di Kecamatan Pacet. Di hadapan para santri, Gibran kembali menegaskan bahwa penguasaan teknologi, termasuk AI, merupakan kebutuhan penting agar generasi muda tidak tertinggal menghadapi tantangan zaman.
Sementara itu, Kang DS menegaskan Kabupaten Bandung dengan jumlah penduduk sekitar 3,8 juta jiwa dan sekitar 1,6 juta pelajar memiliki potensi besar dalam pengembangan sumber daya manusia. Karena itu, literasi digital dan penguasaan AI menjadi bagian penting dalam menyiapkan generasi unggul.
“Hari ini kita melihat langsung bahwa edukasi tentang AI sangat penting untuk dipelajari. Penggunaannya harus dilakukan secara baik, sopan, dan bijak agar tidak terjebak pada dampak negatifnya. Kami meyakini program Presiden dan Wakil Presiden ini akan meningkatkan kualitas SDM unggul dalam menyongsong Indonesia Emas 2045,” ujarnya.
Kang DS juga menegaskan komitmen Pemerintah Kabupaten Bandung untuk memperkuat literasi digital di seluruh satuan pendidikan, termasuk pesantren.
Ia berharap sinergi antara pemerintah pusat, provinsi, dan kabupaten mampu melahirkan generasi muda Kabupaten Bandung yang adaptif, kritis, dan berdaya saing di era transformasi digital. **