Pemkab Bandung Genjot Perbaikan Rutilahu Lewat Kolaborasi, 29 Ribu Rumah Sudah Ditangani

BUPATI Bandung, Dadang Supriatna mengunjungi rutilahu yang akan diperbaiki. (Foto/Ist)
750 x 100 AD PLACEMENT

SOREANG – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bandung masih punya pekerjaan rumah besar dalam penanganan rumah tidak layak huni (rutilahu). Data terbaru menunjukkan ada sekitar 15.000 unit yang belum tersentuh perbaikan.

Bupati Bandung, Dadang Supriatna, menegaskan komitmennya untuk menuntaskan persoalan ini secara bertahap, termasuk rencana perbaikan 1.000 unit pada tahun 2026 lewat skema kolaborasi.

Dadang menyebut, pemerintah daerah di bawah kepemimpinannya sudah berhasil membangun atau merehabilitasi rata-rata 10.000 unit rutilahu setiap tahun. Dalam 3,5 tahun masa jabatannya, tercatat 29.327 unit rutilahu berhasil diselesaikan.

Pernyataan ini ia sampaikan saat mendampingi Wakil Ketua DPR RI, Cucun Ahmad, dalam acara penyerahan bantuan rumah bagi korban bencana longsor di Desa Wargaluyu, Kecamatan Arjasari, Rabu (18/2).

Dalam kesempatan itu, Dadang menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah daerah dan pusat. “Inilah kolaborasi konkret kami untuk masyarakat Kabupaten Bandung,” ujarnya, menegaskan bahwa perbaikan rutilahu bukan hanya tanggung jawab Pemkab Bandung semata.

Meski masih ada 15.000 unit rutilahu yang menunggu penanganan, Dadang optimistis percepatan bisa dilakukan. Ia menyampaikan kegembiraannya karena pada tahun 2026, sebanyak 1.000 unit rutilahu akan kembali diperbaiki berkat kolaborasi dengan anggota DPR RI.

Menurutnya, kerja sama ini tidak hanya fokus pada rutilahu, tapi juga berhasil menarik anggaran pusat untuk pembangunan infrastruktur, sektor kesehatan, dan program pemberdayaan masyarakat di Kabupaten Bandung.

Wakil Ketua DPR RI, Cucun Ahmad, yang hadir di lokasi, menegaskan bahwa bantuan yang disalurkan adalah bukti nyata kehadiran lembaga legislatif. Ia menyatakan komitmennya untuk terus mengawal aspirasi masyarakat, khususnya di Kabupaten Bandung.

“Kami tidak dididik untuk berpolitik yang hadirnya hanya lima tahunan. Kami dididik untuk hadir setiap saat kapan rakyat dan umat membutuhkan,” kata Cucun, menekankan dedikasi wakil rakyat.

Penanganan rutilahu sendiri punya dampak besar terhadap peningkatan kualitas hidup masyarakat. Rumah layak huni bukan hanya memberikan tempat tinggal yang aman dan sehat, tapi juga berkontribusi pada kesejahteraan keluarga serta mendorong pertumbuhan ekonomi lokal.

Upaya kolaboratif seperti ini dinilai menjadi kunci dalam mempercepat pencapaian target pembangunan berkelanjutan di daerah. **

750 x 100 AD PLACEMENT
Anda mungkin juga menyukainya
930 x 180 AD PLACEMENT

Beritanya Orang Bandung

Menu