Jalan KH Ma’mun Nawawi Rusak Parah, Warga Bekasi Mendesak Pemprov Jabar Bertindak

PENAMPAKAN kerusakan Jalan Kyai Haji (KH) Ma’mun Nawawi, Bekasi. (Foto/ANTARA)
750 x 100 AD PLACEMENT

BEKASI – Warga Kabupaten Bekasi mendesak Pemerintah Provinsi Jawa Barat segera memperbaiki Jalan Kyai Haji (KH) Ma’mun Nawawi. Jalur utama yang strategis ini kini rusak parah dan memicu kemacetan di ruas terpadat wilayah tersebut.

Jalan provinsi yang menghubungkan Kabupaten Bekasi dengan Bogor dan berada di bawah kewenangan Pemprov Jawa Barat itu sudah bertahun-tahun rusak tanpa perbaikan menyeluruh. Akibatnya, kemacetan menjadi pemandangan sehari-hari di jalur penghubung kawasan permukiman dan sentra industri di selatan Bekasi.

Dikutip dari ANTARA, Ika (28), seorang karyawati swasta yang setiap hari melintasi jalan tersebut, mengaku resah dengan kondisi jalan yang semakin memburuk.

“Saya setiap hari lewat Jalan Kyai Haji Ma’mun Nawawi. Dulu namanya Jalan Cikarang-Cibarusah. Pas masih nama lama sudah rusak, ganti nama semakin rusak. Pemerintah seperti tutup mata terhadap keluhan kami,” katanya di Cikarang, Rabu (18/2).

Keluhan serupa datang dari Rahmat (35), pengendara lain yang menilai kondisi jalan di daerah penyangga Ibu Kota itu sangat memprihatinkan.

Pantauan di lapangan menunjukkan kerusakan di sejumlah titik. Di Kampung Pasirkonci, Desa Pasirsari, Kecamatan Cikarang Selatan, tepat setelah turunan jalan layang Pasirkonci, badan jalan rusak hampir di seluruh bagian. Beton terkelupas, menyisakan tanah bercampur pasir. Saat panas, debu beterbangan, dan ketika hujan, lubang jalan berubah jadi genangan mirip kolam.

Kerusakan juga terlihat di bundaran bawah jalan layang Tegal Gede, masih di Desa Pasirsari. Beton jalan terbelah dan menyisakan lubang dalam. Pada jam sibuk, titik ini jadi biang kemacetan karena pengendara harus memperlambat laju kendaraan. Kondisi makin berbahaya di malam hari karena minim penerangan.

Titik rusak lain berada di dekat pertigaan Kampung Randu, Desa Sukasari, Kecamatan Serangbaru. Menurut Ikbal (37), jalur tersebut sangat berbahaya karena sudah terjadi tiga kecelakaan di titik yang sama pada Oktober tahun lalu.

Jalan KH Ma’mun Nawawi membentang sepanjang 26 kilometer dan menjadi jalur vital yang dilalui ribuan kendaraan setiap hari, mulai dari pekerja industri hingga kendaraan bertonase besar.

Pada 2023, ruas di wilayah Cikarang Selatan sempat diperlebar sepanjang 2,3 kilometer. Namun setelah itu tidak ada tindak lanjut signifikan. Minimnya pemeliharaan membuat kondisi jalan semakin rusak.

Camat Cikarang Selatan Muhammad Said mengakui banyaknya keluhan masyarakat terkait kerusakan jalan tersebut. Namun, ia menyebut perbaikan terkendala kewenangan administratif karena ruas itu berada di bawah tanggung jawab Pemprov Jawa Barat.

“Sudah masuk sejumlah keluhan ke kita. Sejauh ini makin rusak dan belum ada langkah kongkret perbaikan dari pemerintah provinsi Jawa Barat,” katanya.

Pelaksana Tugas Bupati Bekasi Asep Surya Atmaja menegaskan pihaknya akan berkoordinasi dengan Pemprov Jawa Barat agar perbaikan segera dilakukan. Tujuannya agar masyarakat bisa beraktivitas dengan lebih aman, nyaman, dan tidak dihantui risiko kecelakaan akibat jalan berlubang.

750 x 100 AD PLACEMENT
Anda mungkin juga menyukainya
930 x 180 AD PLACEMENT

Beritanya Orang Bandung

Menu