#1thBandungUtama: Pemkot Bandung Perkuat Program Agamis dan Toleransi

Dialog “Memperkuat Kebangsaan dan Toleransi Menuju Bandung Harmoni” . (Foto/Ist)
750 x 100 AD PLACEMENT

BANDUNG – Memasuki satu tahun pelaksanaan visi Bandung Utama, Pemerintah Kota Bandung melalui Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kesra) memperkuat gerakan program agamis sebagai fondasi pembangunan sosial yang berkarakter, inklusif, dan harmonis.

Langkah ini diarahkan untuk memperkuat kehidupan spiritual masyarakat sekaligus menjaga toleransi di tengah kemajemukan Kota Bandung.

Kepala Bagian Kesra Setda Kota Bandung, Nasrulloh Jamaluddin menegaskan, program agamis menjadi prioritas strategis dalam mendukung arah pembangunan daerah. Sesuai struktur organisasi, Kesra berperan mengoordinasikan kebijakan bidang sosial, keagamaan, serta kesejahteraan masyarakat.

“Kesra menjadi penghubung dan fasilitator agar kebijakan keagamaan berjalan selaras dengan visi pimpinan. Program ini bertujuan memperkuat pembinaan mental spiritual sekaligus membangun hubungan sosial yang sehat di masyarakat,” ujarnya.

Pelaksanaan program keagamaan dilakukan melalui sinergi dengan Kementerian Agama RI di tingkat kota. Kolaborasi ini memastikan pembinaan keagamaan berjalan efektif dan menjangkau berbagai kelompok masyarakat.

Selama satu tahun Bandung Utama berjalan, sejumlah program agamis dilaksanakan konsisten. Di antaranya pengajian rutin bagi ASN lintas agama, safari Jumat, bimbingan teknis pemberantasan buta huruf Al-Qur’an, pelatihan dai, hingga khitan massal.

Penguatan toleransi juga diwujudkan lewat safari keagamaan pimpinan daerah pada setiap momentum hari besar. Pemkot Bandung rutin berkunjung ke masjid, gereja, vihara, hingga pura sebagai bentuk penghormatan terhadap keberagaman.

Sejak Desember 2024, tradisi doa bersama lintas agama digelar setiap akhir tahun. Kegiatan ini menghadirkan perwakilan berbagai agama sebagai simbol kebersamaan. Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) turut mendukung tradisi tersebut.

Komitmen toleransi semakin nyata dengan hadirnya Kampung Toleransi. Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan, meresmikan kampung toleransi ke-6 di Kelurahan Cibadak, Astanaanyar, pada 29 April 2025. Program serupa sebelumnya hadir di Jamika, Paledang, Dian Permai, Balong Gede, dan Kebon Jeruk.

Program yang paling dirasakan manfaatnya adalah pemberian insentif guru ngaji. Tahun 2025, sebanyak 9.232 guru ngaji menerima insentif dengan total anggaran hampir Rp39 miliar. Dukungan ini menjadi bentuk nyata perhatian pemerintah terhadap pendidikan keagamaan di akar rumput.

Apresiasi datang dari para penerima manfaat. Yusup Sumirat dari Madrasah Ibtidaiyah dan Jajat Sudrajat dari MA Babussalam menilai insentif tersebut memberi dampak besar terhadap motivasi mengajar.

“Alhamdulillah sangat senang sekali. Ini bentuk perhatian Kota Bandung, alhamdulillah konsisten sudah hampir tujuh tahun berjalan. Sangat luar biasa,” ujar Yusup di Masjid Al-Ukhuwah, Jalan Wastukancana.

Ia menambahkan, banyak guru madrasah ibtidaiyah masih menerima honor rendah dari yayasan, sehingga bantuan pemerintah sangat membantu keberlangsungan pengabdian. “Dana hibah seperti ini sangat berarti sekali untuk para guru maupun tenaga pendidik di madrasah ibtidaiyah,” lanjutnya.

Senada, Jajat menilai program insentif menjadi penyemangat bagi guru untuk meningkatkan kualitas pembinaan keagamaan.

Nasrulloh menambahkan, keberlanjutan program agamis tidak hanya berdampak pada peningkatan kualitas spiritual, tetapi juga memperkuat nilai kebersamaan dan toleransi di Kota Bandung.

“Kegiatan keagamaan harus dirawat secara konsisten dan dijalankan sesuai regulasi agar niat baik pemerintah memberi manfaat nyata bagi masyarakat,” katanya.

Ia berharap dukungan pimpinan daerah terhadap program keagamaan terus berlanjut, baik dari sisi kebijakan maupun penganggaran. Kesra juga mengajak masyarakat memanfaatkan program-program tersebut sebagai ruang memperkuat spiritualitas sekaligus menjaga kerukunan sosial.

“Harapan kami, warga Kota Bandung semakin agamis, toleran, dan mampu hidup berdampingan dengan damai. Ini bagian penting dari semangat Bandung Utama,” tuturnya. **

750 x 100 AD PLACEMENT
Anda mungkin juga menyukainya
930 x 180 AD PLACEMENT

Beritanya Orang Bandung

Menu