BANDUNG – Penataan infrastruktur di Kota Bandung kembali menjadi sorotan. Wali Kota Muhammad Farhan menekankan bahwa pekerjaan penggalian kabel untuk menurunkan kabel udara ke bawah tanah tetap harus dilakukan demi memperindah kota dan meningkatkan keselamatan.
Farhan mengajkui bahwa pelaksanaan di lapangan masih menyisakan masalah, terutama soal kerapihan dan keamanan.
“Galian tadi saya sudah instruksikan juga bahwa galian tetap diperlukan karena menurunkan kabel udara itu tetap harus gali tanah. Cuma memang saya harus akui bahwa pengerjaan galiannya masih tidak rapih, meninggalkan pekerjaan yang mengganggu mata bahkan bisa menimbulkan risiko kecelakaan,” ujar Farhan, Senin (9/2).
Menurutnya, langkah penurunan kabel udara ke bawah tanah merupakan bagian penting dari penataan kota. Meski begitu, kualitas pengerjaan tidak boleh diabaikan agar tujuan estetika dan keselamatan benar-benar tercapai.
Farhan memastikan Pemerintah Kota Bandung akan mengawasi ketat setiap pekerjaan di lapangan. Ia menegaskan agar bekas galian dirapikan dan dikembalikan seperti semula sehingga tidak membahayakan masyarakat.
“Maka dipastikan, kita akan pastikan bahwa pekerjaan galiannya itu rapih dan aman,” tegasnya.
Ia juga menekankan bahwa profesionalisme dalam penanganan proyek harus menjadi prioritas utama.
“Saya mengerti bahwa kita semua ini kabel udara turun ke bawah dan turun ke bawah kita harus menggali. Tetapi tunjukkanlah bahwa penanganan galian tersebut ditangani dengan profesional, tidak asal-asalan,” kata Farhan.
Selain soal kabel, Farhan turut menyoroti kondisi infrastruktur lain yang masih bermasalah. Ia meminta Dinas Sumber Daya Air dan Bina Marga (DSDABM) segera menindaklanjuti laporan terkait jalan berlubang, trotoar rusak, dan drainase yang tidak berfungsi dengan baik.
“Kepada DSDABM, perbaikan jalan berlubang, trotoar rusak serta drainase harus betul-betul diperhatikan. Laporan yang saya terima dari daerah Cibaduyut,” ungkapnya.
Farhan menegaskan bahwa penataan kota bukan hanya soal estetika, tetapi juga menyangkut keselamatan dan kenyamanan warga. Karena itu, ia meminta seluruh perangkat daerah bekerja cepat, responsif, dan bertanggung jawab terhadap setiap keluhan masyarakat. **