Prediksi Penumpang di Ketapang–Gilimanuk Saat Lebaran 2026 Mencapai 1,67 Juta Penumpang, ASDP 32 Kapal

KAPAL yang disiapkan PT ASDP untuk mengantisipasi lonjakan penumpang saat libur Lebaran 2026. (Foto/Ist)
750 x 100 AD PLACEMENT

BANYUWANGI – Lintasan penyeberangan Ketapang–Gilimanuk diperkirakan akan mengalami lonjakan signifikan pada musim Angkutan Lebaran 2026.

PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) memproyeksikan jumlah penumpang mencapai 1,67 juta orang, meningkat sekitar tiga persen dibandingkan realisasi tahun sebelumnya yang mencapai 1,62 juta penumpang.

Senior General Manager Regional III ASDP, Lutfi Pratama Adi Subarkah, dalam jumpa pers di Kantor ASDP Ketapang, Banyuwangi, Selasa (10/2), menyampaikan bahwa peningkatan juga terjadi pada jumlah kendaraan. Tahun ini diperkirakan mencapai 453.964 unit, naik lima persen dari 427.033 unit pada 2025.

“Ada kenaikan tiga kali lipat dibandingkan rata-rata jumlah penumpang harian saat normal yang sekitar 10-11 ribu orang,” kata Lutfi.

Berdasarkan data prediksi angkutan Lebaran 2026, jumlah perjalanan kapal di lintasan Ketapang–Gilimanuk diperkirakan mencapai 10.080 trip, naik empat persen dibandingkan realisasi 2025 sebanyak 9.658 trip.

Dari jumlah tersebut, arus mudik dari Pelabuhan Gilimanuk diperkirakan mencapai 4.928 perjalanan dengan penumpang sebanyak 876.439 orang dan kendaraan 239.519 unit. Angka ini masing-masing naik 4–5 persen dibandingkan tahun sebelumnya.

Sementara itu, arus balik dari Pelabuhan Ketapang diproyeksikan meningkat menjadi 5.152 perjalanan, dengan total 799.485 penumpang dan 214.445 kendaraan.

Lutfi menjelaskan ASDP menyiapkan pola operasi khusus untuk mengantisipasi kepadatan di Pelabuhan Ketapang dan Gilimanuk. Dalam kondisi normal, sebanyak 28 kapal beroperasi.

Jika terjadi kepadatan, jumlah kapal akan ditambah menjadi 30 unit, sedangkan untuk kondisi sangat padat ASDP akan mengoperasikan hingga 32 kapal.

Indikator kepadatan ditentukan dari panjang antrean kendaraan, mulai dari 190 meter hingga 1,3 kilometer dari area pelabuhan.

Lutfi mengatakan puncak arus mudik Lebaran diperkirakan terjadi pada 17 Maret 2026 dengan total penumpang mencapai 32.150 orang. Sedangkan puncak arus balik diprediksi berlangsung pada 26 Maret 2026 dengan jumlah penumpang sekitar 27.038 orang.

Ia menambahkan, momentum Lebaran tahun ini bertepatan dengan libur sekolah, cuti bersama, serta Hari Raya Nyepi pada 19 Maret. Kondisi tersebut diperkirakan akan menambah intensitas pergerakan penumpang dan kendaraan di lintasan Ketapang–Gilimanuk. **

750 x 100 AD PLACEMENT
Anda mungkin juga menyukainya
930 x 180 AD PLACEMENT

Beritanya Orang Bandung

Menu