29 Tahun IPBM, Bandung Mantap Jadi Pusat Kreativitas Busana Islami

PERGELARAN Nooramadan: Cahaya Busana Islami 2026, di Pendopo Kota Bandung, Senin (9/2).
750 x 100 AD PLACEMENT

BANDUNG – Pendopo Kota Bandung lagi-lagi jadi pusat vibes kreatif. Kali ini, tempat ikonik itu jadi tuan rumah Nooramadan: Cahaya Busana Islami 2026 yang digelar Senin (/2).

Bukan cuma sekadar fashion show, acara ini juga jadi momen spesial karena bertepatan dengan ulang tahun ke-29 Ikatan Perancang Busana Muslim (IPBM) Kota Bandung. Sebuah milestone panjang yang bikin dunia fesyen muslim di Bandung makin punya cerita.

Suasana hangat penuh energi kreatif langsung terasa. Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan, dengan semangat bilang kalau Bandung punya posisi strategis sebagai pusat fashion muslim nasional.

Ia menegaskan, Pendopo bukan hanya bangunan bersejarah, tapi juga ruang lahirnya ide-ide keren yang bikin Bandung dikenal sampai level global.

“Di tempat inilah banyak gagasan besar lahir. Dunia fesyen Bandung berkembang bukan hanya sebagai industri, tetapi sebagai ekspresi kreativitas yang mendunia,” ujar Farhan di Pendopo Kota Bandung, Senin, 9 Februari 2026.

Farhan juga kasih apresiasi buat IPBM yang konsisten hampir tiga dekade menjaga ekosistem kreatif busana muslim. Menurutnya, para desainer Bandung punya kontribusi besar membentuk identitas fashion muslim Indonesia yang sekarang makin dikenal luas.

Ia menambahkan, pemerintah pusat lewat Kementerian Ekonomi Kreatif juga mendorong Bandung menjadikan fashion sebagai sektor unggulan. Pemkot Bandung, katanya, siap all-out mendukung lewat kolaborasi lintas dinas biar industri ini terus berkembang.

Dalam sambutannya, Farhan ngajak audiens untuk flashback perjalanan sosial busana muslim. Ia mengingatkan masa 1980-an ketika hijab sempat menghadapi resistensi, tapi kini justru jadi simbol kebebasan berekspresi sekaligus kematangan industri fashion muslim.

“Fesyen bukan sekadar pakaian. Ia adalah pernyataan identitas dan kebebasan berekspresi. Perjalanan panjang itulah yang membentuk kekuatan ekosistem kita hari ini,” katanya.

Menjelang Ramadan, Farhan juga menyoroti siklus produksi busana muslim yang jadi penggerak ekonomi kreatif. Ia bilang, keunggulan Bandung ada di desain yang unik dan personal, bukan produksi massal ala fast fashion.

Menurutnya, pendekatan desain eksklusif bisa bikin nilai tambah sekaligus menjaga karakter kreatif lokal. Ia juga mengingatkan pentingnya keberlanjutan lewat inovasi, termasuk peluang daur ulang untuk menjawab tantangan lingkungan.

Dengan gaya santai plus selipan humor, Farhan menggambarkan bagaimana fesyen udah jadi bagian budaya masyarakat Indonesia sekaligus membuka peluang ekonomi yang terus tumbuh buat para desainer.

Di akhir sambutannya, Farhan menegaskan komitmen Pemkot Bandung untuk kasih ruang kolaborasi seluas-luasnya bagi industri busana muslim.

Acara kemudian dilanjutkan dengan pemberian plakat dan penyerahan jaket rancangan desainer Tura Imara kepada Wali Kota sebagai simbol kolaborasi kreatif.

Perhelatan ini dihadiri tokoh fashion, akademisi, pelaku kreatif, dan mitra pendukung yang sama-sama memperkuat ekosistem busana muslim di Bandung.

Momentum Nooramadan 2026 jadi bukti kalau Bandung bukan sekadar ikut tren, tapi terus leading sebagai pusat kreativitas yang memadukan identitas, budaya, dan nilai ekonomi. **

750 x 100 AD PLACEMENT
Anda mungkin juga menyukainya
930 x 180 AD PLACEMENT

Beritanya Orang Bandung

Menu