Nikita Willy Kenalkan Ramadhan ke Anak dengan Gentle Parenting

AKTRIS Nikita Willy menyampaikan pandangannya dalam sesi diskusi pada acara Boostopia by Expert Boost. (Foto/ANTARA)
750 x 100 AD PLACEMENT

JAKARTA – Ramadhan sebentar lagi, dan suasana hangat sudah terasa di rumah Nikita Willy. Aktris sekaligus ibu muda ini punya cara unik mengenalkan makna puasa kepada kedua buah hatinya.

Bukan dengan paksaan, melainkan lewat pendekatan bertahap yang penuh kesadaran, sesuai dengan kesiapan fisik dan emosional anak.

Dalam sebuah acara edukatif keluarga bertajuk Boostopia by Expert Boost, Nikita berbagi cerita tentang pola asuhnya.

“Sekarang ini belum aku ajarin untuk berpuasa. Aku lebih memperkenalkan bahwa ini bulan Ramadhan, bulan suci, dan bagaimana kita sebagai muslim menjalankannya,” ujar Nikita, ibu dari Issa Xander Djokosoetono (3) dan Nael Idrissa (1).

Istri dari Indra Priawan itu menekankan bahwa pengenalan puasa dilakukan lewat rutinitas sehari-hari. Dengan begitu, anak-anak bisa memahami nilai dan kebiasaan Ramadhan sesuai tahap tumbuh kembang mereka. Pendekatan ini sejalan dengan gaya gentle parenting yang konsisten ia terapkan.

Selain soal ibadah, Nikita juga memberi perhatian besar pada kesehatan dan nutrisi anak. Ia rutin berkonsultasi dengan dokter anak untuk memastikan kebutuhan gizi terpenuhi. “Dokter anakku menyarankan suplementasi vitamin D karena penting untuk kesehatan mata dan tulang,” katanya.

Kesadaran itu makin kuat setelah ia tahu bahwa satu dari dua anak di Indonesia masih kekurangan mikronutrien penting.

“Aku harus memastikan nutrisi anak aku itu cukup,” ujarnya. Nikita pun lebih cermat membangun rutinitas nutrisi, terutama menjelang Ramadhan ketika pola aktivitas anak berubah.

Boostopia by Expert Boost menghadirkan diskusi interaktif bertema “Pahami Strategi Optimalkan Nutrisi Anak, Bekal Peace of Mind Orang Tua!” yang membahas pentingnya nutrisi dalam tumbuh kembang anak. Nikita menilai edukasi nutrisi dan pola asuh berkesadaran bisa jadi gaya hidup keluarga modern.

Dalam sesi itu, dokter anak dr. Mesty Ariotedjo, Sp.A, MPH, mengingatkan bahwa mayoritas anak Indonesia kekurangan vitamin D.

“Data di Indonesia menunjukkan satu dari dua anak kekurangan zat gizi penting, dan mayoritas mengalami kekurangan vitamin D yang berhubungan dengan penurunan imunitas dan pertumbuhan yang tidak optimal,” ujarnya.

Dr. Mesty menjelaskan bahwa kondisi hidden hunger sering luput dari perhatian orang tua karena tidak selalu terlihat dari fisik anak. Kekurangan mikronutrien bisa memengaruhi energi, fokus, hingga daya tahan tubuh. Dalam jangka panjang, hal ini berdampak pada pertumbuhan dan perkembangan kognitif.

Ia menekankan bahwa dua tahun pertama kehidupan anak adalah fase krusial. Kekurangan gizi di periode ini bisa berpengaruh besar terhadap kualitas kesehatan anak di masa depan.

“Orang tua perlu dibekali pemahaman yang benar mengenai kebutuhan gizi anak, bukan hanya soal kenyang, tetapi juga kualitas nutrisinya,” katanya.

Tambahan dari media mainstream mencatat bahwa Nikita Willy dianggap sebagai salah satu figur publik yang konsisten mengedukasi masyarakat tentang parenting berkesadaran. Kehadirannya di acara Boostopia dinilai memberi inspirasi bagi banyak orang tua muda.

Media juga menyoroti bagaimana Nikita menggabungkan nilai spiritual Ramadhan dengan perhatian pada nutrisi anak, sehingga pesan yang ia sampaikan terasa relevan dan membumi. Selain itu, acara Boostopia disebut sebagai salah satu gerakan edukasi keluarga yang penting untuk meningkatkan literasi gizi di Indonesia.**

750 x 100 AD PLACEMENT
Anda mungkin juga menyukainya
930 x 180 AD PLACEMENT

Beritanya Orang Bandung

Menu